Image by Rémi Walle on unsplash

“Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan, dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.” (2 Kor 8 : 15)

Ada pepatah mengatakan, “Orang tidak akan jatuh miskin karena menolong orang lain.” Pepatah itu ingin mengungkapkan bahwa menolong orang lain merupakan perbuatan baik yang tidak akan merugikan. Justru menolong memberikan dampak positif, baik bagi si penolong maupun yang ditolongnya. Seseorang yang suka menolong, biasanya pada saat dia mengalami kesulitan juga akan ditolong oleh orang lain.

Dalam bacaan 2 Korintus 8 : 1-15 tentang pelayanan kasih, Paulus hendak menegaskan kepada jemaat di Korintus (yang lebih “kaya” dibanding jemaat lainnya) agar mereka dengan rela menolong jemaat lain yang kekurangan. Menurut Paulus, harus ada keseimbangan antara yang kaya dan miskin. Paulus membandingkan dengan jemaat-jemaat di Makedonia (yaitu Filipi, Tesalonika, dan Berea), yang walaupun mereka miskin tetapi memberikan bantuan uang untuk orang-orang percaya yang miskin di Yerusalem. Mereka dengan penuh pengorbanan telah memberi lebih daripada yang Paulus harapkan.

Dibandingkan jemaat-jemaat di Makedonia, orang-orang percaya di Korintus lebih unggul dalam segala hal. Mereka mempunyai iman, mempunyai pembicara-pembicara bertalenta, mempunyai pengetahuan, antusiasme, dan kasih. Paulus mendorong mereka untuk juga unggul dalam kerelaan untuk memberi. Orang-orang Kristen di gereja Korintus memiliki uang, dan rupanya mereka telah berencana untuk mengumpulkan uang bagi jemaat Yerusalem setahun sebelumnya, namun belum direalisasikan. Paulus menantang mereka untuk merealisasikan rencana tersebut.

Beberapa prinsip yang disampaikan Paulus untuk menolong orang lain, yaitu: Pertama, bantuan didasarkan atas keikhlasan kasih (ay.8). Kedua, bantuan diberikan sepadan dengan kerelaan. Ketiga, bantuan diberikan dari “apa yang ada padamu” (tidak mengada-ada). Keempat, bantuan itu dalam rangka keseimbangan, artinya saling mencukupkan (sesuai kebutuhan). Semua bantuan untuk menolong orang lain didasari kasih, seperti kasih Tuhan Yesus Kristus yang telah mengorbankan diri-Nya untuk keselamatan umat manusia.

Sebagai jemaat Tuhan, kita juga harus hidup untuk menolong dengan kerelaan, keikhlasan, dan dengan kasih. Kalau Allah sudah memberikan kasih dan pertolongan kepada kita, maka kita pun harus bersedia membagikan kasih dan pertolongan kepada orang lain. Pertolongan bisa diwujudkan dalam bentuk materi, atau sesuai talenta yang dianugerahkan Tuhan kepada kita. Dengan demikian, kita yang telah ditolong juga siap untuk menolong. Kiranya Tuhan memberkati. Amin. (SS).