Image from alice1059.radio.com

Bacaan: Lukas 10 : 25–37

Setiap orang diciptakan Tuhan sebagai pribadi yang unik, artinya tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang sama 100% dengan orang lain. Bahkan kembar identik sekalipun punya perbedaan fisik, kepribadian, kecerdasaan, dan lain sebagainya. Jadi sebenarnya perbedaan sudah kita temui sejak di dalam kehidupan keluarga kita. Perbedaan adalah sesuatu yang biasa dan kita jumpai di mana-mana, di dalam keluarga, di masyarakat dan juga di gereja. Perbedaan bukanlah sesuatu yang harus dihindari tetapi justru dikaryakan dengan saling menolong dan melengkapi.

Di dalam bacaan Lukas 10 : 25 – 37, kita belajar tentang 2 sikap yang berbeda dalam menghadapi situasi dimana ada orang yang dirampok dan membutuhkan pertolongan.

Yang pertama : Seorang Imam dan orang Lewi yang tahu hukum-hukum Allah tentang siapa sesamanya, tetapi mereka tidak berbuat apapun ketika ada orang lain yang membutuhkan pertolongan. Hukum hanyalah teori di kepala tetapi tidak hidup dalam kesehariannya. Hal itu terlihat saat mereka tidak peduli dan empati kepada korban yang terkapar setengah mati itu.

Yang kedua : Orang Samaria yang sering dipandang sebelah mata oleh orang Yahudi tetapi justru memberi pertolongan kepada orang yang dirampok, bukan hanya menolong bahkan bersedia mengeluarkan uang untuk merawatnya. Orang Samaria telah menjadi sesama yang luar biasa, melihat korban yang asing itu sebagai dirinya sendiri. Menerima resiko yang ada dengan mau repot mengurus korban itu. Baginya menyatakan kasih dan kepedulian bagi orang lain yang membutuhkan jauh lebih penting dari segala resiko yang mungkin timbul.

Bagaimana dengan kita, apakah kita sudah menjadi sesama bagi siapapun tanpa membeda-bedakan agama, ras, kekayaan, status sosial, latar belakang pendidikan, dan lain sebagainya? Biarlah kita menjadi seperti orang Samaria yang tidak membeda-bedakan ketika ada yang membutuhkan pertolongan, agar orang lain dapat melihat kasih Kristus melalui hidup dan perbuatan kita dan kita dapat menjadi saksi-Nya. (KSI)