Image from thoughtco.com

“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah…. Oleh Roh itu kita berseru: “Ya Abba, ya Bapa!” (ROMA 8 : 14, 15c)

Karya penyelamatan Allah bagi manusia benar-benar total. Allah begitu mengasihi manusia yang diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Manusia yang dibentuk dari debu tanah menjadi hidup karena hembusan nafas (Roh) Allah (Kej 2 : 7). Kasih Allah juga ditunjukkan dengan dibuatnya taman Eden yang indah agar manusia mengusahakan dan memelihara taman itu.

Tetapi pada saat manusia melanggar perintah Allah, manusia jatuh ke dalam dosa dan mati rohani (tidak ada lagi nafas/ Roh Allah) sehingga terpaksa diusir dari taman Eden. Walaupun demikian, Allah tetap mengasihinya dan menjanjikan juru selamat agar mereka bisa kembali menyatu dengan Allah, yaitu saat Roh Allah kembali berdiam di dalam manusia. Janji Allah ditepati saat Ia mengirim putra-Nya sendiri, yaitu Yesus Kristus ke dunia sebagai penebus dosa manusia. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3 : 16)

Barangsiapa yang percaya kepada Yesus Kristus, ia lahir dari Allah (1 Yoh 5 : 1). Barangsiapa yang lahir dari Allah, ia akan dipimpin oleh Roh Allah dan ia diberi kuasa supaya menjadi anak-anak Allah (Yoh 1 : 12). Karena statusnya sebagai anak Allah yang didiami Roh Kudus, maka oleh Roh itu manusia yang percaya kepada Yesus bisa berseru kepada Allah, “Ya Abba, ya Bapa!”. (Roma 8 : 15). Manusia yang mati rohani, hidup kembali karena Roh Allah ada dalam setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus.

Dalam minggu Trinitas ini kita disadarkan akan karya keselamatan Allah bagi manusia. Manusia yang diciptakan Allah (Bapa), setelah jatuh dalam dosa, ditebus oleh Yesus Kristus (Putra) sehingga menjadi ciptaan baru yang hidupnya dipimpin Roh Kudus. Tiga pribadi Allah inilah yang selalu mengisi kehidupan orang percaya. Sudah sepatutnya kita menanggapinya dengan terus membangun komunitas iman untuk mendatangkan damai sejahtera di bumi ini. Amin. (SS)