Photo by Dean Hergert on unsplash.com

Bacaan: Yohanes 17 : 6 – 19

Kondisi hidup manusia setelah jatuh ke dalam dosa adalah tidak memiliki pengharapan dalam hidup dan terkungkung atau dikuasai dunia ini. Manusia tidak memiliki jaminan hidup yang pasti, bahkan hidup semakin buruk karena pengaruh dunia yang jauh dari kehendak Tuhan. Namun, kondisi ini berubah ketika Allah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita, dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya (1 Yoh 5 : 11). Jaminan keselamatan dimiliki oleh setiap orang yang mau merespons dengan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai pribadi yang diutus oleh Allah untuk menyelamatkan manusia.

Di saat kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, maka kita beralih dari milik kepunyaan dunia ini kepada milik kepunyaan Allah. Status kita tidak lagi menjadi hamba dunia/ dosa melainkan menjadi anak-anak Allah yang memiliki cara hidup berbeda dengan dunia. Sebagai pribadi yang harus mencerminkan siapa Allah dalam kehidupan di dunia bukanlah hal yang mudah karena kita sering diperhadapkan pada tantangan dan kesulitan yang menguji hati dan iman kita.

Namun dalam Yohanes 17 : 6-19 menyatakan bagaimana Tuhan Yesus menjadi pribadi pertama yang menguatkan dan meneguhkan kita untuk hidup di tengah dunia. Sebagai milik kepunyaan Allah maka kita perlu menjalankan tugas yang Allah berikan kepada kita untuk bersaksi kepada dunia, sama seperti Tuhan Yesus yang dengan setia melaksanakan tugas panggilanNya untuk membawa keselamatan bagi dunia. Tuhan Yesus berdoa agar setiap orang percaya dilindungi dari hal yang jahat, serta dapat melakukan kebaikan dan kebenaran dalam hidup.

Menjadi milik kepunyaan Allah di dunia ini berarti harus berani melawan arus hidup dunia yang tidak sesuai dengan kehendak Allah, senantiasa hidup dekat dengan Allah yang kita tunjukkan melalui kesetiaan kita membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari, bertumbuh dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus, serta menghasilkan buah perbuatan yang baik dan benar. Dari hal inilah maka kita dapat menjadi milik kepunyaan Allah di dunia yang memuliakan namaNya. Amin. (DA)