Image by Kai Oberhäuser on unsplash

KASIH. Jika kita harus memberi definisi dari kata ini pastilah ada banyak kalimat yang dikatakan atau dituliskan, bahkan ada banyak definisi yang kita berikan dari satu kata ini. Tetapi kebanyakan yang ada hanyalah ungkapan perasaan. Kasih bukan hanya soal perasaan, tetapi kasih juga adalah tindakan nyata.
I Yohanes 4 : 7-21 memberitahukan kepada kita beberapa hal soal ini:

  1. Allah adalah sumber kasih (ayat 16)
  2. Dasar kenapa kita harus mengasihi:
    • Karena Allah lebih dulu mengasihi kita (ayat 10, 19)
    • Kasih menjadi bukti bahwa kita adalah orang-orang yang mengenal Allah (ayat 8)
    • Kasih adalah respon kita terhadap kasih yang Allah nyatakan dalam kehidupan kita (ayat 11)
    • Kasih kepada sesama menjadi pembuktian bahwa kita adalah orang-orang yang mengasihi Allah (ayat 20)
    • Karena Allah yang memerintahkan dan menghendakinya (ayat 21)

Jika kita berkata bahwa kita adalah umat yang mengasihi Allah, maka kita juga adalah umat yang mengasihi sesama dalam kehidupan kita. Surat Yohanes tidak sedang berbicara soal berapa banyak orang yang harus kita kasihi, tetapi memberitahu kepada kita seberapa besar kita harus mengasihi orang yang ada di sekeliling kita. Ini adalah bentuk nyata kesaksian kita tentang kasih Kristus. Jika kita sungguh-sungguh mengasihi maka akan ada banyak orang yang dipercayakan kepada kita untuk mengalami dan merasakan kasih Krisus itu.

Kasih bukan hanya soal perasaan tetapi juga pilihan dan juga tindakan. Firman Tuhan sudah memberitahukan kepada kita, pilihan ada di tangan kita, apakah kita akan mengasihi atau tidak, dan itu menentukan tindakan kita. Tidak mudah memang untuk melakukannya, karena itu tetaplah tinggal di dalam kasih Allah, supaya kita dimampukan untuk melakukannya. Biarlah kita menjadi orang-orang yang memiliki hati seperti Yesus yang penuh kasih. Memiliki mata seperti Yesus, sehingga kita memandang sesama kita seperti Yesus memandang mereka. Memiliki tangan dan kaki seperti Yesus, sehingga kita akan berbuat seperti Yesus. Kiranya kita menjadi alat yang dipakai untuk menyatakan kasih Allah bagi sesama. (MS)