Photo by Simon Alibert on unsplash

Manusia memiliki rasa takut yang bisa mengancam kehidupan manusia. Takut kehilangan sesuatu dan seseorang yang selama ini dikasihi adalah contoh ketakutan manusia. Seperti para murid kala itu, mereka sedang dilanda ketakutan. Pasca peristiwa salib, rasa takut membuat mereka terancam oleh pemerintahan Romawi dan orang-orang pembenci Yesus kala itu. Itulah kenapa mereka memilih mengunci pintu tempat mereka bersembunyi.

Yesus tahu bahwa murid-muridNya ketakutan. Ia datang ke dalam ruangan yang terkunci itu dan memberi salam damai sejahtera. Salam ini diberikan agar ketakutan mereka diganti oleh damai sejahtera kebangkitan Yesus. Yesus kembali meyakinkan mereka bahwa diri-Nya adalah Yesus yang bangkit dengan menunjukkan bekas paku dan tombak.

Kebangkitan Yesus mengubah ketakutan menjadi damai sejahtera. Kebangkitan Yesus mengubah kecemasan menjadi keberanian untuk menghadapi tantangan hidup.

Kebangkitan Yesus memberi memberikan keyakinan pada komunitas murid-murid untuk membawa dampak bagi kehidupan mereka. Itulah juga yang menjadi panggilan kita sebagai komunitas gereja. Kita yang sudah mengalami ketakutan yang diganti oleh damai sejahtera, untuk membawa dampak bagi kehidupan sekitar kita.

Kehidupan saat ini membutuhkan sebuah komunitas yang meneladankan nilai cinta kasih Kristus. Cinta kasih Kristus yang mengubah ketakutan menjadi damai sejahtera. Inilah yang dibutuhkan oleh dunia saat ini. Selamat membawa dampak dan berkat bagi kehidupan di sekitar kita! (KHS)