Image by Mohamed Nohassi on unsplash

Bacaan: Markus 16: 1-8

Kecemasan adalah suatu perasaan yang penuh dengan kekuatiran dan ketakutan akan apa yang mungkin terjadi. Rasa cemas biasa dihadapi semua orang dan merupakan respon manusiawi dalam menghadapi situasi sulit. Ada empat tingkat kecemasan dan pada tingkat yang terberat dapat terjadi kehilangan pengharapan, kendali diri, atau hilangnya pikiran rasional dan lain sebagainya. Pada 246 – 210 SM, saking cemasnya, kaisar yang bernama Qin Shi Huang membuat patung berbentuk manusia dan kereta kuda sejumlah 8.099 buah, yang terkenal sebagai tentara/pasukan Terakota untuk menemaninya setelah kematian. Kecemasan yang sangat besar juga pernah dialami oleh Petrus ketika Tuhan Yesus ditangkap dan diadili. Petrus hanya berani mengikuti Yesus dari jauh dan bahkan dia menyangkal dengan mengatakan tidak mengenal Tuhan Yesus yang adalah Guru yang dikasihinya.

Berita Paska mengisahkan Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome pergi ke kubur untuk meminyaki tubuh Yesus, namun tidak menemukan Yesus melainkan kubur yang kosong. Mereka justru bertemu seorang malaikat yang menyapa: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada disini. Pergilah dan katakan kepada murid-murid Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea, disana kamu akan melihat Dia seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu” (Markus 16: 6-7). Berita kebangkitan Tuhan Yesus membuat para perempuan itu sangat terkejut dan segera menyampaikan kabar tersebut kepada para murid. Perhatikan bagaimana nama Petrus disebutkan secara khusus untuk pertemuan di Galilea. Hal ini menunjukkan bahwa seorang murid yang sudah menyangkal Kristus tidak ditolak, tetapi tetap Tuhan kasihi, bahkan Petruslah murid yang pertama kali dijumpai oleh Tuhan Yesus dan diutus untuk menggembalakan domba-dombaNya.

Peristiwa kebangkitan Kristus yang kita rayakan pada hari ini, kembali mengingatkan kita akan karya terbesar Allah yaitu kasih-Nya. Kasih-Nya melenyapkan kecemasan. Karena itu sebagai anak-anak Allah yang sudah diselamatkan, jangan mau hidup yang dikuasai kecemasan, melainkan hidup dalam iman yang teguh. Kebangkitan Kristus juga memberikan sukacita dan damai sejahtera tetapi sekaligus tugas kepada kita untuk mewartakan karya keselamatan Kristus kepada semua orang agar lebih banyak lagi orang yang percaya dan diselamatkan. Selamat merayakan Paska. (KSI)