Bacaan: Yohanes 2 : 13-22

Seperti biasanya, masa raya Paska diperingati dan dirayakan secara khusus di setiap gereja. Panitia Paska, tentunya menjadi pihak yang paling banyak disibukkan untuk mempersiapkan segala sesuatunya dan jemaat diberikan banyak kesempatan untuk bisa menghayati Paska dengan lebih baik lagi dalam serangkaian kegiatan yang telah disusun. Sungguh suatu kesempatan yang sangat baik yang diberikan Tuhan bagi setiap kita.

Bacaan kita hari ini juga menunjukkan kesibukan yang terjadi menjelang masa raya Paska Yahudi. Kalau kita bayangkan, maka suasana di Bait Suci saat itu tentunya penuh dengan hiruk-pikuk (mungkin tidak ada bedanya dengan suasana pasar tradisional di pagi hari). Dalam suasana hiruk-pikuk itu, Yesus melakukan tindakan yang mengungkapkan kemarahan-Nya pada para pedagang dan pembeli. Ia marah karena melihat bahwa hiruk-pikuk itu terjadi bukan karena mereka antusias datang ke Bait Suci untuk mencari Allah, tapi karena menyibukkan diri dan mengutamakan bisnis. Allah yang seharusnya menjadi fokus utama menjadi terlupakan, hati mereka yang seharusnya mencari Allah berubah menjadi hati yang cinta uang. Mereka mengalami kematian rohani dan arah iman yang sudah melenceng, masa raya Paska menjadi masa bisnis untuk mencari keuntungan. Karena itulah harus ada perombakan, seperti yang Yesus katakan bahwa Bait Allah perlu dirombak melalui diri-Nya sendiri. Mati dan bangkit membawa kehidupan baru.

Sungguh sebuah sukacita yang besar ketika kita diberikan banyak kesempatan untuk melayani atau bersekutu bersama, tetapi alangkah baiknya kita mengingat bahwa setiap persekutuan, kesibukan dan jerih lelah kita dalam pelayanan tidak boleh membuat kita kehilangan fokus kita kepada Allah. Mari terus mengingat bahwa segala yang kita lakukan adalah pernyataan kasih kita dan kerinduan untuk menyenangkan hati-Nya. Selamat memasuki minggu Pra Paska yang ketiga. Tuhan memberkati. (NVT)