Rela berkorban merupakan salah satu nilai kehidupan yang begitu berarti. Pengorbanan dimulai dari semangat melawan sifat egois dalam diri manusia. Sifat yang mementingkan diri sendiri dengan semua kebutuhannya. Sifat yang tidak peduli pada keadaan dan kebutuhan orang lain.

Yesus memberi teladan yang baik tentang nilai pengorbanan demi keselamatan manusia. Ia tahu dengan jelas apa yang akan dihadapi-Nya. Ia menyiapkan para murid untuk siap menerima kenyataan pahit di depan, bahwa Anak Manusia memang datang untuk berkorban dalam penderitaan. Anak Manusia akan menjalani jalan kesengsaraan demi keselamatan manusia. Yesus rela berkorban dengan semangat memberi diri dan bukan terpaksa. Inilah yang menjadi inti pengajaran Yesus kepada murid-murid- Nya. Ia mengajarkan sebuah kerelaan berkorban dengan tidak mementingkan diri sendiri. Karena jalan rela berkorban adalah jalan yang dikehendaki Allah. Rela mematikan diri demi Kerajaan Allah dan kemudian bangkit dengan kemenangan di hari ketiga. Inilah berita bahagia itu: ada semangat pengorbanan dan kebangkitan!

Maka, dalam masa Pra Paska ini bersediakah kita melatih diri untuk hidup dalam semangat pengorbanan bagi sesama? Semangat untuk berani menghadapi tantangan hidup dalam kesediaan mengorbankan diri demi kebaikan bagi semua sesuai dengan yang dikehendaki Allah.

Hari ini pengorbanan apa yang akan kita lakukan demi Kerajaan Allah? Ingatlah, kita hidup karena pengorbanan-Nya di atas kayu salib. Oleh karena itu kita pun dipanggil untuk rela berkorban. (KHS)