Markus 9: 2-9 dikenal dengan peristiwa transfigurasi. Pada saat Tuhan Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes naik ke sebuah gunung, tiba-tiba Tuhan Yesus berubah rupa di depan mata mereka, pakaian-Nya putih berkilat-kilat. Pada peristiwa itu terjadi penegasan tentang status kelahiran Yesus, bahwa Yesus adalah Anak Allah (ayat 7). Hal ini menegaskan bahwa kehadiran Tuhan Yesus menjadi dasar penyataan Allah yang mau menyelamatkan manusia, menyatakan diri-Nya melalui Anak-Nya dalam kehidupan manusia. Karena Tuhan Yesus adalah Anak Allah maka “dengarkanlah Dia”. Pada waktu mereka turun gunung, Tuhan berpesan supaya mereka tidak menceritakan peristiwa tersebut sebelum Anak Manusia itu bangkit dari antara orang mati. Melihat kemuliaan Allah pada wajah Kristus yang dialami oleh Petrus, Yakobus, dan Yohanes tentu menjadi sebuah peristiwa dan pengalaman yang sangat mengagumkan.

Dalam II Korintus 4: 6, Rasul Paulus mengatakan: “Dari dalam gelap akan terbit terang!” Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus. Jika hati kita diterangi oleh Kristus, maka kita juga akan melihat kemuliaan Allah nampak pada wajah Kristus. Berikanlah hati kita untuk diterangi Kristus dan kita akan melihat kemuliaan Allah untuk kita saksikan kepada orang-orang yang ada di sekeliling kita. (MS)