Pada hari Sabtu, 27 Januari 2018 terjadi penembakan brutal di Marshall County High School, Kentucky, Amerika Serikat, yang membuat belasan siswa terluka parah dan dua siswa meninggal dunia. Preston Cope (15 tahun) adalah salah satu dari belasan remaja yang menjadi korban tindakan kejam tersebut. Ayahnya (Brian Cope) segera bergegas ke sekolah ketika mendengar berita penembakan ini. Ketika mendapati bahwa putranya terluka sangat parah dan dalam kondisi yang sangat kritis (terkena tembakan di kepala), Brian berkata demikian kepada wartawan “Kami bisa saja mendapat banyak halangan untuk dapat sampai di sini dengan segera. Namun dengan kasih karunia Tuhan, kami bisa sampai tepat waktu untuk mendampingi putra kami sampai nafas terakhirnya dan mengatakan padanya bahwa dia adalah anak yang baik dan bahwa Tuhan mengasihinya.” Preston Cope meninggal dunia dikelilingi keluarga yang mengasihinya.

Saya sungguh kagum dengan Brian Cope. Ketika mengalami kejadian yang begitu tragis dalam hidupnya, tetap mampu mengucap syukur atas setiap kebaikan Tuhan yang dia alami, sekecil apapun itu. Ini adalah sebuah contoh tentang iman yang sesungguhnya. Iman yang percaya bahwa TUHAN HADIR DI TENGAH HIDUP YANG GETIR.

Iman seperti dalam Yesaya 40:28-29

Tidakkah kau tahu dan tidakkah kau dengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

Iman seperti Mazmur 147:3-6

Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka; Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya. Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.TUHAN menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi merendahkan orang-orang fasik sampai ke bumi.

Bersyukur ketika kita sanggup melihat kebaikan dan kehadiran Tuhan dalam setiap langkah kehidupan kita, bahkan di saat terkelam sekalipun. Kita percaya bahwa Allah Roh Kudus sendiri yang memampukan kita untuk terus bertahan, untuk terus melangkah, untuk terus percaya. Kalau kata orang Jawa: Semeleh. Bahwa rancangan-Nya selalu baik dalam hidup kita. Betapa indahnya relasi iman kita dengan Kristus. Sesuatu yang sewajarnya ingin kita bagikan dan saksikan kepada orang-orang di sekitar kita. Selamat berbagi kebaikan Tuhan di setiap musim kehidupan kita. Tuhan Yesus menguatkan senantiasa. (NOV)