Dalam salah satu adegan di film “Miracles from Heaven” diceritakan seorang anak kecil yang sedang dalam pergumulan melawan penyakit misterius dan mematikan kemudian tanpa sengaja terjatuh ke dalam sebuah pohon tua di halaman rumahnya saat sedang bermain dengan kakaknya. Bagi sebagian orang, sepertinya istilah “sudah jatuh tertimpa tangga” sangat cocok diberikan kepada anak ini. Sudah sakit, tambah sakit. Namun siapa menduga justru saat dia terjatuh dan sempat tidak sadarkan diri, anak itu mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi. Ajaibnya, akibat jatuhnya anak ini, salah satu bagian di tubuhnya yang sakit menjadi normal dan anak ini mengalami kesembuhan yang luar biasa. Peristiwa itu kemudian disaksikan oleh keluarga itu di depan jemaat, tempat mereka bergereja. Mereka mempersaksikan bagaimana dalam pergumulan iman mereka kepada Tuhan mengalami proses naik turun, serta perjumpaan mereka dengan Tuhan telah membawa mereka semakin mengenal Tuhan secara pribadi.

Dari kisah itu, kita menemukan bahwa perjumpaan dengan Tuhan terkadang dialami sebagian orang justru di masa-masa kritis hidupnya; ketika imannya tergoncang dan berjuang untuk menemukan Tuhan dalam kegalauan hati. Namun ada juga yang berjumpa dengan Tuhan ketika melihat sesama dalam penderitaan seperti Suster Theresa di Calcuta, atau ketika seorang Carl Boberg yang melihat alam ciptaan Tuhan dan merenungkan diri sebagai manusia yang ditebus, ia mampu menemukan Tuhan disana dan dia menuliskan syair “How Great Thou Art – Sungguh Besar Kau Allahku,” atau seorang sederhana yang mendapatkan pertolongan dari orang lain dan mengatakan “Tuhan telah menolong aku melalui dia!”

Sesungguhnya kita dapat bertemu dan berjumpa dengan Tuhan melalui berbagai macam cara, karena Tuhan berkenan ditemui baik dalam diri sesama, alam ciptaan, maupun melalui berbagai peristiwa kehidupan. Karena itu yang menjadi pertanyaan pentingnya; “sudahkah kita menjalin relasi yang intens dengan Tuhan sehingga kita dapat merasakan perjumpaan dengan Tuhan dalam setiap sisi kehidupan kita?” dan “sudahkah kita bersaksi akan Tuhan dalam kehidupan kita melalui keseharian kita?!” Mari kita menyaksikan dan mempersaksikan kebesaran kasih dan kuasa Tuhan. Amin. (VDS)