Epifani dalam bahasa aslinya “ἐπιφάνεια” (dibaca : epiphaneia), punya arti : manifestasi atau penampakan jelas. Dalam Gereja Ritus Barat maupun Timur memiliki pemahaman yang sama mengenai Epifani ini yaitu manifestasi Yesus Kristus kepada dunia namun menghayati peristiwa yang berbeda. Dalam Gereja Barat, Epifani sebagai peringatan kedatangan orang-orang Majus dari Timur atau kadangkala disebut Tiga Raja, yang mengunjungi Yesus yang baru saja lahir. Hal itu menunjukkan manifestasi Allah melalui Bayi Yesus terhadap orang Yahudi maupun di luar bangsa Yahudi (berarti seluruh dunia) sebagai Anak Allah.

Sedangkan dalam Gereja Timur, peringatan Epifani adalah untuk merayakan peristiwa pembaptisan Yesus Kristus oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. Hal itu menunjukkan Manifestasi Allah melalui Yesus Kristus yang akan memulai karya pelayanan-Nya sebagai Anak Allah atau sering pula disebut Teofani (pernyataan Allah). Dalam Gereja Ritus Timur, Epifani juga menjadi puncak perayaan masa Natal mulai dari tanggal 25 Desember sampai dengan 5 Januari setiap tahunnya.

Pada hari inipun sebagai gereja Tuhan, kita memperingati hari Epifani sebagai momen penting dari masa kelahiran Yesus hingga akhirnya penegasan kemesiasan-Nya pada baptisan oleh Yohanes Pembaptis. Epifani menjadi momen penting karena mulai dari sanalah jalan untuk memberi kehidupan bagi dunia ditempuh Yesus. Langkah demi langkah hingga menuju Yerusalem dan mati disalibkan di Golgota.

Melalui momen Epifani ini kita diajak untuk ikut berkarya bersama Kristus untuk menjadi garam dan terang bagi dunia. Sebab memang Kristus memanggil murid-murid-Nya untuk menjadi rekan sekerja Allah dalam menyatakan kuasa kasih dan pengampunan. Demikian kita murid-murid di masa sekarang ini, dipanggil untuk memberi kehidupan, sebab kita telah menerima kehidupan daripada-Nya. (LAAS)