Seorang anak kecil bermain-main di ruang tamu dan tanpa sengaja memecahkan vas bunga kesayangan ibunya yang dibeli dari luar negeri. Oleh karena rasa takut maka anak tersebut mencoba untuk menyembunyikan vas bunga tersebut sambil mencoba untuk menyatukan kembali pecahan vas itu dengan lem. Setelah sekian lama berusaha akhirnya anak itu menyerah, dengan rasa takut dia akhirnya mengaku dan meminta maaf kepada ibunya. Sang ibu menasehati anaknya bahkan menanyakan kabar anaknya, apakah dia terluka atau tidak?! Lalu sang ibu memeluk anaknya dan berkata, “Karena kamu sudah mengaku kesalahanmu dan meminta maaf, ibu memaafkanmu, sebab kamu lebih berharga dari vas bunga itu!”. Dan hati anak itupun menjadi lega dan kagum kepada kebaikan ibunya, karena sebelumnya dia berpikir bahwa jika ibunya tahu dia memecahkan vas bunga kesayangan ibunya tentu dia akan dimarahi, dihukum tanpa ampun.

Demikianlah halnya Berkat Keselamatan yang Tuhan berikan kepada kita sesungguhnya tak terkira besarnya dan tak terduga bentuknya. Yang dalam bayangan manusia keselamatan itu hanya berupa yang jasmaniah (Mesias yang mengalahkan penjajahan Roma dan menguasai dunia), tapi dalam hikmat-Nya, Tuhan memberikan keselamatan jiwa melalui penebusan, yaitu kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya. Yang tadinya manusia dihantui perasaan bersalah dan tidak mampu menebus dosanya, sekarang di dalam Kristus Yesus, setiap orang yang mengakui dosanya dan percaya pada penebusan Kristus diselamatkan.

Sekalipun ada banyak orang yang masih meragukan keselamatan dalam Tuhan Yesus (karena dianggap terlalu mudah mendapatkan keselamatan), percayalah bahwa semua itu telah dinubuatkan oleh para nabi dari sejak dahulu kala, bahkan melalui berita Injil Lukas 2 : 22-40 kita menemukan bahwa ke-Mesias- an Yesus ditegaskan oleh Simeon dan Hana; orang-orang yang taat dan setia menantikan Tuhan. Demikian juga oleh para rasul sebagai saksi pertama tentang kebangkitan Tuhan Yesus. Melalui pemahaman ini, kita sebagai umat Tuhan diajak untuk menyambut hari-hari kita dengan rasa syukur; syukur yang diwujudnyatakan dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan kita sehari-hari. Selamat menyambut tahun baru dalam ungkapan syukur. Amin (LAAS)