Yesus berpesan: “Dalam malam g’lap kamu harus jadi lilin gemerlap; anak masing-masing di sekitarnya, dalam dunia ini bersinarlah!”

Yesus berpesan: “Bersinarlah t’rang; lilinmu kulihat malam dan siang. Anak masing-masing di sekitarnya, untuk hormat Tuhan bersinarlah!”

Yesus berpesan: “Dunia penuh banyak macam dosa, duka dan keluh; anak masing-masing di sekitarnya, untuk sesamamu bersinarlah!”

Demikianlah syair lagu dari KJ 422. Lagu ini mengingatkan bahwa dunia tempat kita berada saat ini adalah dunia yang penuh dosa dengan berbagai macam kejahatan dan perbuatan-perbuatan kegelapan. Dalam situasi dan kondisi seperti itulah Tuhan Yesus berpesan supaya kita menjadi lilin yang bersinar, yang menerangi, yang melenyapkan kegelapan. Itu berarti bahwa kita harus terus menjaga supaya jangan sampai nyalanya padam.

Pesan itu juga terkandung dalam Matius 25: 1-13. Melalui perumpamaan gadis bodoh dan gadis bijaksana, Tuhan Yesus mau mengingatkan untuk senantiasa siaga, berjaga terhadap kedatangan Tuhan diumpamakan seperti kedatangan seorang mempelai laki-laki dalam sebuah pesta pernikahan. Di Israel, pesta pernikahan selalu meriah dan berlangsung beberapa hari. 10 gadis itu juga ingin ambil bagian dalam menyambut mempelai dan turut serta dalam kemeriahan pesta. Gadis yang bijaksana selain membawa pelita mereka juga membawa persediaan minyak. Gadis yang bodoh hanya membawa pelita saja. Waktu menunggu yang lama membuat mereka ketiduran dan membuat minyak dalam pelita lama-kelamaan juga habis. Tetapi lain bagi gadis yang bijaksana, mereka bersiaga dengan minyak cadangan sehingga pelitanya tetap menyala. Akhirnya, jelas bahwa gadis yang bijaksana dapat menyambut sang mempelai dan menikmati kegembiraan pesta.

Termasuk yang manakah kita? Gadis yang bijaksana atau gadis yang bodoh? Kita masih menunggu kedatangan “Sang mempelai” dimana tidak ada yang tahu kapan waktunya. Terlebih lagi, situasi dan kondisi sekitar kita yang menggoda kita untuk terlelap dalam
dosa dan kejahatan. Mari jaga pelita kita agar tetap menyala dengan berelasi erat dengan Kristus, Sang Terang itu. (MS)