Bertumbuh dan menghasilkan buah, itulah yang Tuhan inginkan terjadi dalam
kehidupan kita sebagai umat-Nya. Pertanyaan pentingnya : BERBUAH untuk
siapa?

Dalam kitab Yesaya 5:1-7, dengan jelas ditunjukkan bagaimana Tuhan sesungguhnya mengharapkan kebun anggur itu menghasilkan buah-buah anggur yang manis. Berbuahlah kebun anggur itu, tetapi buah asam yang dihasilkannya. Gambaran ini menceritakan tetang Yerusalem (ibu kota Kerajaan Israel Selatan) dan orang Yehuda yang hidupnya jauh dari harapan Tuhan. Tuhan mengharapkan yang baik (keadilan dan kebenaran) muncul di sana, tetapi justru keburukan (kelaliman dan keonaran) yang dihasilkan.

Demikian halnya tentu dengan kehidupan kita sebagai umat Tuhan di masa kini, yang diharapkan berbuah manis untuk memuliakan Tuhan. Bukan menyembah Tuhan dengan ritual dan kegiatan keagamaan saja, tetapi bagaimana memuliakan Tuhan dengan kehidupan yang berbuahkan keadilan dan kebenaran; baik di dalam keluarga bersama dengan suami/istri, sebagai orangtua ataupun anak.

Bukankah Tuhan sudah menempatkan kita di Indonesia sebagai tempat yang subur dan dengan firman-Nya, Ia terus membersihkan dan memurnikan kehidupan kita? Bukankah Tuhan telah membentengi hidup kita dengan perlindungan dan penyertaan-Nya sepanjang hidup kita? Marilah kita terus berkarya dan berbuah bagi Tuhan melalui kehidupan kita yang memberitakan keadilan dan kebenaran; dimana kita semua telah menerima keadilan Tuhan yang berkurban untuk keselamatan kita, kebenaran akan pengampunan, dan penebusan dosa yang telah dilakukan-Nya. Hasilkanlah keadilan dan kebenaran kasih pengampunan Tuhan Yesus dalam hidupmu. Amin. (LAAS)