Bapak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan salah seorang anak Tuhan yang telah berbuah bagi Indonesia. Pak Ahok telah mencelikkan mata banyak orang bahwa kebenaran dan keadilan itu memang tidak mudah, tetapi HARUS diperjuangkan demi kebaikan kehidupan sebuah bangsa. Seberapapun kesulitan yang harus dihadapi dan beban yang harus dipikul, kebenaran dan keadilan tetaplah patut diperjuangkan. Buah yang dihasilkan bukan tentang karyanya sendiri (apa yang sudah dicapainya), tetapi bagaimana kejujuran dan ketulusannya menjadi teladan bagi banyak orang yang mengharapkan kemajuan bangsa Indonesia. Itu semua dilakukannya sebagai wujud hidup yang meneladan pada Yesus Kristus.

Bukankah gereja Tuhan di Indonesia (yaitu setiap orang yang tinggal di Indonesia sebagai murid Kristus) semestinya juga meniru Kristus dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan sebagai sebuah karya nyata, sebagai buah dari ketaatan kita kepada Tuhan Yesus?

Melalui Injil Matius 20:1-16 kita diingatkan bahwa tidak ada kata terlambat bagi kita untuk memulai berbuah bagi Tuhan. Sebab bagi semua orang yang mau menerima panggilan Tuhan untuk bekerja (melayani) telah menerima janji yang sama, yaitu keselamatan di dalam Kristus Yesus. Kerjakan apa yang dapat kita lakukan dan jangan lagi berdiam diri.

Jangan lari dari panggilan kita sebagai umat Tuhan, tetapi sambutlah panggilan Tuhan dengan totalitas hidup kita; apapun profesi kita, hidupilah dengan jujur, tekun, dan adil, agar orang melihat dan belajar untuk hidup benar dari diri kita sebagai pengikut Kristus. Terlibatlah dalam acara-acara bersama tetangga dan lingkungan masyarakat di sekitar kita, sebab disitulah Indonesia yang terdekat dari kita, Indonesia di mana Tuhan telah menempatkan kita untuk menyatakan kasih dan memberitakan kebenaran firman Tuhan. (LAAS)