Baru saja kita memperingati hari ulang tahun ke–29 penyatuan Gereja Kristen Indonesia. Dari gereja suku menjadi gereja Indonesia. Dari tiga gereja menjadi satu gereja. Dari keberagaman menjadi satu dengan semangat Tubuh Kristus. Ada hal yang menarik dari sejarah panjang GKI ini yaitu perubahan nama dari Tiong Hoa Ki Tok Kauw Hwee menjadi Gereja Kristen Indonesia. Konon katanya sempat ada usulan menambahkan imbuhan ‘di’ sehingga menjadi Gereja Kristen di Indonesia. Setelah dipikirkan maka kata ‘di’ dihapuskan dengan memaknai bahwa GKI bukan hanya berpijak di Indonesia, tetapi mau menjadi kontekstual. Sederhananya GKI menyadari panggilannya untuk menyatakan damai sejahtera, kasih, keadilan, dan kebenaran bagi Indonesia.

Kita tidak bisa menutup mata terhadap persoalan yang terjadi di tengah bangsa Indonesia ini. Isu radikalisme, ujaran kebencian, hoaks (berita bohong), korupsi, ketidakjujuran, kekerasan, pembodohan yang dibiarkan, kemalasan, tidak disiplin, ketidakadilan, dan masalah–masalah lain yang bisa anda tambahkan sendiri. Ya, memang pemerintah kita sedang bekerja untuk mengatasi semua itu. Namun bukan berarti kita sebagai gereja tidak berbuat apa–apa. Gereja harus bersuara dan bertindak. Jangan berkubang pada pemikiran minoritas dengan berpikir “Ah apa sih yang bisa kita lakukan? Tidak banyak, kita hanya minoritas.” Terdengar seperti Musa bukan?

Dalam Keluaran 3–4, Tuhan memanggil Musa kepada bangsanya sendiri yang sedang diperbudak oleh Mesir. Tetapi apa respon Musa? Bolak–balik ia mengatakan alasan yang sama yaitu tentang siapa dirinya yang minoritas. Perhatikan perkataan Musa “Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku….?” (Keluaran 4:1) “Ah Tuhan, aku ini tidak pandai bicara…” Kita sering seperti Musa yang merasa tidak berdaya apa–apa . Padahal Tuhan sudah menunjukkan tanda–tanda penyertaan-Nya bagi Musa demikian pun dengan kita. Roh Kudus yang hadir bergerak bersama kita adalah Roh Allah yang menolong dan menyertai kita dalam memenuhi panggilan kita.

Bulan ini kita akan merayakan Bulan Misi 2017 GKI Coyudan dengan tema “Dipanggil untuk Indonesia”. Melalui tema ini, kita diajak kembali bergerak untuk Indonesia. Menyuarakan Injil yang memberitakan kasih yang berwujud konkrit dalam kejujuran, kebenaran, dan keadilan di tengah Indonesia ini. Misi Allah harus terus dinyatakan di tengah Indonesia. Sebab untuk itulah kita dipanggil dan ditempatkan di Indonesia. (DKG)