Bacaan: LUKAS 12:13-21

Bill Gates pendiri perusahaaan peranti lunak Microsoft merupakan salah satu dari jajaran orang terkaya di dunia. Satu hal yang menarik dari Bill Gates adalah apa yang dilakukannya dalam mengelola kekayaannya. Pada Tahun 2008, Bill Gates memutuskan untuk mengundurkan diri dari manajemen Microsoft, dan memilih untuk mendirikan Yayasan Sosial dan diberinya nama Bill and Melinda Gates Foundation yang bergerak di bidang kemanusiaan. Pada tahun 2014 Bill dan Melinda Gates telah mendonasikan hartanya sekitar US$ 2,6 miliar untuk melawan penyakit dan membangun pendidikan di seluruh penjuru dunia. Apa yang mereka lakukan didasari oleh nilai hidup yang ingin berkontribusi menjadikan dunia yang lebih baik.

Spiritualitas “ugahari” selalu mengedepankan kebijaksanaan hidup bahwa berkat Tuhan dicukupkan bagi seluruh ciptaan-Nya. Karena itu kita didorong untuk hidup mengucap syukur atas kecukupan yang disediakan oleh Tuhan, bergaya hidup sederhana dan tidak berlebihan serta bersedia berbagi agar sebanyak mungkin orang ikut merayakan kehidupan. Dengan demikian, ugahari adalah sebuah visi dan tanggung jawab kita untuk hidup mensyukuri kasih Kristus dan menghidupinya agar mengasihi seperti Kristus bagi sesama. Ugahari sangat bertolak belakang dengan sifat tamak yang selalu ingin memiliki lebih banyak untuk kepentingan pribadi, tanpa mempedulikan orang lain. Kristus mengingatkan bahwa ketamakan akan berujung pada kesia-siaan, karena sejatinya harta benda yang kita simpan tidak menyelamatkan, dan tak bernilai kekal. Melalui firman-Nya, Kristus menegaskan, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” (LUKAS 12:15)

Ugahari sebagai gaya hidup seharusnya ditanamkan sejak dini kepada anak-anak, sehingga kelak kita memiliki generasi-generasi yang senantiasa mengucap syukur dan berpartisipasi dalam karya kasih karunia Kristus. Mari ajarkan kepada anak-anak kita untuk memperlakukan berkat Tuhan dengan bijak, yaitu mengucap syukur atasnya, menikmati secukupnya, dan memperlakukannya sebagai sebuah tanggung jawab kasih kepada sesama. (ES)

Kekayaan kekal adalah saat kita mendahulukan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.