Pertobatan merupakan sebuah kata yang sederhana tetapi memiliki makna yang dalam dan sangat luas, karena dampak dari pertobatan adalah meliputi perubahan cara pandang dan bertindak seseorang dalam segala aspek kehidupannya. Dan dalam minggu ini kita diajak untuk melihat bahwa salah satu bentuk pertobatan yang penting untuk dilakukan adalah “memiliki rasa cukup”!

Bangsa Israel dalam perjalanan dari Mesir ke tanah perjanjian mengalami kendala sampai 40 tahun lamanya berputar-putar di padang gurun karena mereka tidak pernah merasa cukup pada penyertaan Tuhan. Berkat Tuhan yang sekiranya memberikan pemeliharaan dengan sempurna dipandang rendah dan tidak berharga, dan sekiranya mereka meminta kepada Tuhan pastilah Tuhan memberikan apa yang mereka butuhkan.

Bandingkan dengan salah satu leluhur bangsa Israel, Yusuf anak Yakub, sekalipun dia menjadi seorang budak oleh karena iri hati saudara-saudaranya, ia mencukupkan diri dengan hidup sebagai seorang budak yang hidup benar di hadapan Tuhan, sehingga diberkati dan dilindungi; sekalipun kemudian difitnah dan dimasukkan ke dalam penjara, Yusuf mencukupkan diri dengan hidup sebagai seorang tahanan yang hidup benar di hadapan Tuhan sehingga Tuhan mengangkat Yusuf sedemikian tinggi menjadi orang nomor 2 di seluruh Mesir.

Ketika kita mau belajar mencukupkan diri dengan penyertaan dan berkat Tuhan, percayalah bahwa Tuhan akan memberkati lebih dari yang kita perlukan. Kuncinya adalah hidup mencukupkan diri pada pemeliharaan dan penyertaan Tuhan berarti hidup benar di hadapan Tuhan (melalui jalan pertobatan). Setiap orang yang hidup dalam pertobatan tentu tidak lagi hidup mengejar kekayaan dan benda-benda duniawi lebih dari yang dibutuhkan, melainkan akan mencukupkan diri dengan semua berkat Tuhan yang ada, sebab kita percaya bahwa penyertaan dan pemeliharaan Tuhan Allah kita adalah cukup, bahkan lebih dari yang kita bayangkan. Selamat hidup berkecukupan di dalam Kristus Yesus. Amin. (LAAS)