Bacaan: I PETRUS 1:17-23

I PETRUS 1:18-19 menegaskan bahwa kemerdekaan kita bukan oleh karena usaha dan perjuangan kita. Kemerdekaan kita adalah anugerah. Kemerdekaan itu dibayar dengan harga yang teramat mahal karena bukan dengan emas dan bukan pula dengan perak. Kristus membayar dengan darah-Nya sendiri. Kita tidak bisa menyelesaikan urusan dosa dengan kekuatan kita sendiri, dan itu berarti bahwa kita tak akan pernah bebas, tak akan pernah merdeka tanpa pengurbanan Tuhan Yesus Kristus. Dengan darah Tuhan Yesus kita diperdamaikan dengan Allah dan dijadikan kepunyaan Allah. Karena Kristus sudah memerdekakan kita dan mengangkat kita dari lembah dosa, maka selayaknyalah kita tidak lagi hidup dalam dosa melainkan menanggalkan dosa-dosa kita dan cara hidup kita yang lama. Kita hidup dalam kehidupan yang baru.

Pada ayat 22 dinyatakan “Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.” Pertobatan dalam hidup dapat kita wujudkan dengan dua hal yaitu: Hidup dalam ketaatan kepada kebenaran Hidup dalam kasih persaudaraan. Kasih persaudaaran yang tulus ikhlas meliputi hal memberi tanpa mementingkan diri sendiri. Orang yang mementingkan diri sendiri tidak mungkin benar-benar mengasihi. Kasih dan pengampunan Allah memerdekakan kita untuk kita tidak lagi mementingkan diri sendiri tetapi untuk memperhatikan kepentingan orang lain. Dengan mengorbankan nyawa-Nya, Kristus menunjukkan bahwa Dia sungguh-sungguh mengasihi kita. Maka yang harus kita lakukan adalah mengasihi orang lain dengan cara mengikuti teladan-Nya, dan dengan apa yang ada dalam diri kita. Biarlah kasih dan pengorbanan Kristus mendorong kita untuk mengasihi sesama dengan tulus ihklas dan mendorong kita untuk rela berkorban membagikan berkat Tuhan yang ada pada diri kita. Amin. (MS)

Leave a Reply