Menjadi saksi bukan hal yang mudah dan ringan. Ada beban tersendiri sehingga tidak semua orang berani. Dalam sebuah peradilan, menjadi saksi berarti bisa saja kesaksian kita memberatkan atau membebaskan seseorang dari hukuman; yang berarti bisa saja sebagai saksi seseorang mendapat ancaman baik dari pihak penuntut maupun yang terdakwa.

Dalam hal menjadi saksi Injil, kita pun memiliki risiko yang tidak ringan, sebab tidak semua orang mau mendengar kebenaran tentang Yesus dan Injil Kerajaan Allah. Tidak semua orang siap menerima terang firman Tuhan sebab masih nyaman dengan dosa mereka, masih menikmati kegelapan hati mereka sendiri. Mereka tidak sadar bahwa dosa yang mereka simpan itu tidak akan mampu menyelamatkan mereka dari kematian, dimana semua orang pada akhirnya akan menghadapinya.

Sebagai umat Tuhan, kita telah ditunjuk untuk menjadi saksi Kristus yang memberitakan pengharapan, yaitu bahwa di dalam Kristus Yesus ada pengampunan dan keselamatan. Sebab:

  1. Dalam Yesus Kristus telah digenapi seluruh nubuat para Nabi
  2. Dalam Yesus Kristus perlindungan Tuhan atas manusia telah nyata (manusia dilindungi dari kuasa dosa melalui kematian dan kebangkitan-Nya).

Lalu bagaimana cara kita menjadi saksi memberitakan pengharapan dalam Kristus Yesus?

  1. Memakai seluruh hidup kita menjadi alat kesaksian kita. Tidak hanya sukacita, keberhasilan dan hal baik lainnya yang kita punya, tetapi bahkan melalui penderitaan yang kita alami. Sebab melalui penderitaan, kita dimurnikan dan melalui penderitaan kita justru dapat meneladankan kasih dan pengampunan Kristus yang sejati (tetap mengasihi dan mengampuni walaupun dalam penderitaan yang sangat hebat) kepada orang lain.
  2. Hidup dalam kuasa firman Tuhan. Artinya: menerapkan kebenaran firman Tuhan di dalam seluruh kehidupan kita, tanpa memilih untung ruginya, tetapi terus memperjuangkan apa yang benar. Dengan cara demikian, kita tidak berusaha dengan kekuatan kita sendiri, tetapi kuasa firman Tuhan juga turut bekerja di dalam setiap karya hidup kita.

Memang terkadang jalan Tuhan tidak selalu kita ketahui dan tidak selalu nyaman untuk dijalani, tetapi melalui hidup berpadanan dengan anugerah Tuhan sajalah kita dapat menjadi saksi yang memberitakan pengharapan bagi semua orang di sekeliling kita. Karena itu tetaplah bersaksi dan beritakanlah pengharapan yang terkandung dalam kasih dan pengampunan Kristus. Sebab dalam ketaatan Kristus ada kebangkitan, demikian dalam ketaatan kita ada kesaksian yang diberitakan untuk dilihat, dirasakan dan diikuti orang. Amin. (LAAS)

Leave a Reply