“Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” ROMA 4:3

Tidak mudah bagi seseorang yang sudah begitu lama hidup dalam keluarga yang nyaman dan mapan, tiba-tiba dia diminta untuk meninggalkan lingkungan tersebut, untuk pergi ke tempat yang belum dia ketahui sebelumnya. Apalagi saat dia diminta untuk meninggalkan rumahnya tersebut usianya sudah 75 tahun, lalu apa yang dikejar? Harta sudah mencukupi. Keluarga juga baik-baik saja. Lalu, dia harus pergi begitu saja?

Itulah yang terjadi dengan Abraham. Abraham yang dilahirkan di Ur-Kasdim, hidup bersama bapaknya, Terah, dan saudara laki-lakinya, Nahor dan Haran, juga keponakannya, Lot. Ia menikah dengan Sarai. Ketika Haran meninggal, mereka pindah ke tanah Haran. Hingga akhirnya Allah menyuruh Abraham untuk meninggalkan keluarga besarnya. Meninggalkan kenyamanan yang dirasakan sejak kecil.

“Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.” (Kejadian 12:1). Walaupun tidak tahu kemana dia akan dibawa pergi, Abraham memberikan keputusan yang terbaik. Dia merespons panggilan Allah dengan imannya. Dia mengimani janji Allah bahwa dirinya akan menjadi bangsa yang besar walaupun saat itu ia berusia 75 tahun dan belum punya anak. “Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya.” (Kejadian 12:4).

Iman Abraham benar-benar ditantang saat dia menaati perintah Tuhan. Antara realitas yang dihadapinya, dengan imannya akan janji Allah. Walau secara logika sulit dipahami, namun Abraham tetap hidup dalam iman, yang terus dikuatkan dengan janji-janji Allah. Tidak mengherankan jika kemudian Abraham disebut bapa orang percaya (beriman) dan benar-benar keturunannya menjadi bangsa yang besar. Iman Abraham diperhitungkan Allah sebagai kebenaran.

Bagaimana dengan hidup kita? Apakah kita juga bisa merespons panggilan Tuhan dalam menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini dengan iman kita? Atau kita masih berkutat dengan pikiran dan logika kita sendiri? Responi panggilan Allah dengan iman, maka rencana Allah yang terindah akan terwujud dalam  kehidupan kita. “Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. Tuhan akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.” Mazmur 121:7, 8. (SS)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.