Bacaan: 2 PETRUS 1:16-21

Hari ini kita memasuki minggu transfigurasi, peristiwa dimuliakan-Nya Yesus di atas gunung sekaligus tanda bahwa kita segera memasuki masa pra paska. Kemuliaan Kristus sejujurnya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kita tak bisa menggambarkan bagaimana rasanya berhadapan dengan Sang Mahamulia. Kita hanya dapat berimajinasi lewat beberapa peristiwa perjumpaan manusia seperti Musa, Yesaya, dan Saulus dengan Allah. Musa tak tahan berhadapan dengan kemuliaan Allah (Keluaran 33). Yesaya sangat ketakutan ketika melihat Allah (Yesaya 6). Saulus rebah ke tanah dan mengalami kebutaan beberapa hari saat berhadapan dengan kemuliaan Kristus (Kisah 9). Bagaimana dengan para murid? Mereka pun mengalami ketakutan yang sama saat berhadapan dengan Bapa (Matius 17).

Peristiwa-peristiwa di atas bukanlah peristiwa biasa. Kita dapat menilainya dari reaksi dan dampak yang dihasilkan. Manusia berdosa berhadapan dengan Allah yang suci adalah kemustahilan. Tapi saat Allah menemui mereka, ada perubahan yang nyata dalam hidup orang-orang ini. Satu kehidupan yang berbeda, sangat berbeda dari sebelumnya. Perjumpaan dengan kemuliaan Allah selalu memulihkan kehidupan manusia: memulihkan hidupnya, memulihkan hubungannya dengan Allah, memulihkan kembali visinya, memulihkan segala sesuatu. Salah satu contohnya adalah Petrus.

Petrus masih ingat dengan jelas peristiwa yang ia alami bersama dua rekannya, Yohanes dan Yakobus, puluhan tahun lalu (ayat 16-17). Mereka memandang Yesus yang bercakap-cakap dengan Musa dan Elia. Di saat bersamaan, Allah Bapa menyatakan diri-Nya lewat suara dari langit. Apa tujuan dari peristiwa ini? Untuk kedua kalinya, Allah Bapa menegaskan siapa Yesus dan Ia berkenan kepada-Nya, Ia setuju dengan apa yang dilakukan Yesus (Kejadian pertama terjadi saat Yesus dibaptis). Peristiwa ini membuat Petrus yakin akan ke-Mesias- an Yesus (ayat 19), dan ini memulihkan dan mengubah dirinya di masa depan.

Pemulihan kehidupan bukan terjadi atas kehendak dan usaha manusia. Semua bermula dari Kristus. Kristus yang melayakkan kita sehingga kita dapat berjumpa dengan-Nya. Kristus datang untuk mengubah kita. Saat kita berjumpa dengan Kristus dan kemuliaan-Nya, kita diubah-Nya, kita dipulihkan-Nya. Kemuliaan Kristus mengarahkan kita kembali untuk tetap berjalan di jalan-Nya. Selamat memasuki masa pra paska dan mengalami perubahan hidup! (BWA)

Leave a Reply