Bacaan: Matius 5 : 38-48

Mengapa Yesus turun dari sorga, masuk dunia g’lap penuh cela.

Berdoa dan bergumul dalam taman, cawan pahit pun dit’rima-Nya.

Mengapa Yesus menderita didera, dan mahkota duripun dipakai-Nya.

Mengapa Yesus mati bagi saya? Kasih-Nya ya kar’na kasih-Nya.

Pujian dari NKB 85 ini bercerita tentang Kasih Allah kepada manusia melalui kesediaan Tuhan Yesus datang kedunia untuk menderita bahkan mati demi menanggung dosa manusia. Pujian ini sering kita nyanyikan seiring dengan kasih yang kita perbincangkan, tetapi benarkah kita sudah mampu mengasihi orang lain dengan benar seturut kehendak Tuhan? Seringkali entah sadar atau tidak, kita telah pilih-pilih dalam mengasihi orang lain. Mudah untuk mengasihi orang yang sering berbuat baik kepada kita, orang yang mungkin memberi keuntungan secara materi, orang kaya dan terhormat, tetapi bagaimana dengan mengasihi sesama yang miskin, orang-orang yang tersingkirkan, mereka yang memusuhi dan bahkan membenci kita?

Seorang wanita bernama Agnes Gonxha Bojaxhiu yang kemudian dikenal sebagai bunda Teresa adalah salah satu tokoh yang paling dikagumi dalam sejarah. Selama lebih dari 47 tahun beliau melayani orang miskin, terlantar, sakit dan sekarat didaerah-daerah kumuh di Calcuta, India. Ia sempat mengalami kesulitan pada awalnya, tetapi Bunda Teresa terus setia melakukan pelayanan sampai akhir hidupnya karena iman, harapan dan kasihnya yang luar biasa.

Bacaan kita hari ini mengajarkan tentang mengasihi dan tidak membalas dendam kepada orang yang berbuat jahat kepada kita. Ketika ada orang berbuat jahat kepada kita, reaksi yang seringkali muncul adalah marah dan kemudian ingin membalas dendam. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk mengasihi musuh dan mendoakan mereka yang menganiaya. Bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan, karena seringkali ego kita sebagai manusia tidak dapat menerima perlakuan seperti itu. Tetapi Tuhan Yesus meminta kita untuk mengasihi musuh kita agar kita menjadi anak-anak Bapa yang di sorga. Di dalam ayat 46-47 Tuhan Yesus juga berbicara tentang kualitas hidup orang Kristen. Apabila kita hanya mengasihi dan memberi salam kepada saudara-saudara atau orang yang mengasihi kita, maka kita tidak ada bedanya dengan orang yang tidak mengenal Allah. Karena itu mari kita belajar untuk dapat mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan, agar kita dapat memiliki karakter yang sempurna seperti Kristus. (LKSI)

Leave a Reply