Ada beberapa tipe orang Kristen yang bisa kita jumpai, yakni:

  1. Orang Kristen “verbal”: Orang yang hanya dalam perkataan dan pengakuannya saja Kristen, tetapi tidak disertai dengan gaya hidup atau sikap hidup sebagai orang Kristen.
  2. Orang Kristen “ornamental”: Orang Kristen yang hanya menekankan pada ornamen-ornamen Kristen atau simbol-simbol kekristenan saja.
  3. Orang Kristen “ritual”: Orang Kristen yang hanya menekankan pada ritual-ritual saja, tetapi tidak mewujud dalam perbuatan hidup sehari-hari.

Dari 3 tipe orang Kristen ini, mana yang benar? Mengaku dan menyatakan bahwa kita orang Kristen, adalah hal yang baik, banyak berkata-kata secara Kristen juga baik, kita memakai, menyimpan, mengoleksi ornamen-ornamen atau simbol-simbol kekristenan juga baik. Kita menjalankan ritual-ritual ibadah, ritual keagamaan adalah juga baik. Tetapi apa kata Firman Tuhan tentang semua itu? Yesaya 58 : 1-12 : mengingatkan bahwa jika kita hanya menjalankan ritual ibadah saja itu tidak berkenan di hadapan Allah. Sama seperti kita hanya ngomong, hanya bicara tetapi tidak diekspresikan dalam sikap hidup.

Ibadah itu bukan hanya soal ritualnya saja, upacara keagamaannya saja, tetapi menyangkut seluruh segi hidup kita. Lalu kita harus menjadi orang Kristen yang bertipe seperti apa? Dan ini adalah tipe orang Kristen yang selanjutnya, yang seharusnya menjadi tipe kita, yaitu:

4. Orang Kristen “fungsional”

Orang Kristen fungsional adalah orang Kristen yang menjalankan fungsinya dengan baik sebagai orang Kristen. Orang Kristen fungsional adalah orang Kristen seperti yang Tuhan Yesus katakan dalam Matius 5 : 13-16. Orang Kristen yang tidak kehilangan rasa asinnya, tidak kehilangan fungsinya sebagai “garam” yakni memberi rasa, menghindarkan dari kerusakan, menjaga kesucian dan kemurnian, dan orang Kristen yang menjalankan fungsinya sebagai “terang” yakni melenyapkan kegelapan, menuntun orang lain kepada jalan yang benar.

Untuk bisa menjadi orang Kristen yang fungsional, tidak cukup hanya dengan perkataan, tidak berhenti pada ritual dan upacara keagamaan, dan pada simbol dan ornament-ornamen saja. Ritual dan perkataan harus satu dengan perbuatan kita, sehingga tidak menjadi batu sandungan untuk sesama kita. Biarlah setiap kita diproses untuk menjadi orang Kristen “fungsional”. Tuhan memberkati. (MS)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.