Tema Pelayanan 2017 GKI Coyudan

“KOMUNITAS YANG BERAKSI”

(Hidup yang berkarakter seperti Kristus : Kasih, Adil, Responsif, Integritas)

Selama tiga tahun terakhir, kita semua diajak menghayati makna komunitas yang dihidupi dalam kasih Kristus, komunitas yang memiliki ibadah yang hidup, dan menjadi komunitas yang saling memulihkan. Tiga tema pelayanan terakhir itu disusun sebagai persiapan umat untuk melakukan tugas gereja sebagai mitra Allah menghadirkan damai sejahtera. Karena itulah pada tahun 2017 ini, tema pelayanan “Komunitas yang Beraksi” disusun sebagai penutup dari rangkaian tema pelayanan menurut visi misi GKI Coyudan yang juga akan berakhir di tahun 2017.

Dalam Injil Yohanes 20:21 Kristus berkata kepada murid-murid-Nya, “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Kristus mengatakan ini kepada para murid yang saat itu bersembunyi di balik pintu terkunci pasca kebangkitan-Nya. Para murid-Nya tidak dipanggil untuk bersembunyi di balik pintu terkunci, tetapi keluar dan beraksi. Kita harus kembali mengingat siapa diri kita sebagai gereja. Gereja berasal dari kata Eklesia yang artinya “dipanggil dari gelap kepada terang – dipanggil untuk keluar.” Hal itu menjadi dasar dari salah satu pokok di Mukadimah GKI yang menyebutkan dan menegaskan panggilan gereja sebagai berikut:

“Gereja adalah persekutuan (red: komunitas) yang esa dari orang orang beriman kepada Yesus Kristus – Tuhan dan Juruselamat dunia – yang dengan kuasa Roh Kudus dipanggil dan diutus Allah untuk berperan serta dalam mengerjakan misi Allah, yaitu penyelamatan Allah di dunia.”

Kristus juga mengingatkan kita dalam Lukas 10 : 3 “Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.” Gambaran anak domba dan serigala bisa memberikan sebuah gambaran yang ngeri dan betapa tidak mudah mengerjakan tugas pengutusan itu, tetapi dapat kita lihat sebagai sebuah gambaran karakter. Anak domba adalah karakter yang merujuk kepada pribadi Kristus, Sang Anak Domba sejati. Kita diutus di tengah dunia yang dihuni oleh banyak serigala, yang rakus, benci, tidak adil, menghakimi, egois, tidak berintegritas, dan beringas. Kita diutus dengan mempertahanan siapa jati diri kita sebagai anak domba Kristus yang kecil. Kita kecil sebab Kristus yang diutamakan. Kita kecil sebab sudah seharusnya kita menyadari bahwa kekuatan diri bukan dari kita, melainkan dari kuasa Roh Kudus yang menyertai kita. Sebagai domba kecil yang diutus untuk beraksi, maka nilai dasar yang mau dicapai dari tema pelayanan 2017 sebagai berikut:

Nilai Dasar (Core Value) :
“Hidup yang berkarakter seperti Kristus (Kasih, Adil, Responsif, Integritas)”

Nilai dasar ini adalah ‘nyawa’ dari apa yang akan kita kerjakan sebagai komunitas yang beraksi. Ada empat karakter utama yang hendak ditumbuhkan dan dinampakkan selama setahun ini dalam kehidupan komunitas GKI Coyudan yaitu:

  1. Kasih : sabar, murah hati, tidak memegahkan diri, tidak iri, tidak mencari keuntungan diri sendiri, mau mengampuni, empati, sukacita, penerimaan, keterbukaan, kepedulian, dan damai.
  2. Adil : netral, berpihak pada kebenaran Firman Tuhan, tidak diskriminasi, dan jujur.
  3. Responsif : cepat tanggap dengan pemikiran yang bijak, bertanggung jawab, dan mau memahami orang lain.
  4. Integritas : kehidupan yang berkualitas, menampilkan kebenaran dengan jujur, dan tidak pura pura.

Keempat karakter ini menjadi fokus untuk ditumbuhkembangkan sebagai aksi yang berdampak baik di dalam komunitas (pribadi dan gereja) dan tentunya di luar komunitas (keluarga, sekolah, pekerjaan, dan masyarakat). Tema pelayanan ini tentu tidak akan berhasil jika kita semua tidak berpartisipasi dan membuka diri untuk belajar dan menghayati bersama dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan pelayanan kita. (DKG)

Kiranya Tuhan menyertai kita semua. Amin.

Leave a Reply