Bacaan: Matius 1: 18-25

Peristiwa penyelamatan oleh Allah dimulai melalui kelahiran bayi Yesus Kristus. Peristiwa ini tentunya tidak lepas dari pergumulan Maria dan Yusuf untuk menaati Allah. Betapa sulitnya situasi mereka pada saat itu. Maria yang awalnya takut, namun percaya dan memilih taat. Yusuf pun diperhadapkan dengan pilihan yang sulit sesudah mengetahui bahwa Maria hamil. Mungkin bagi Yusuf hanya ada dua pilihan yaitu menceraikan Maria secara diam-diam atau membiarkan Maria dilempari batu akibat tuduhan perzinahan. Tetapi Allah memberinya pilihan ketiga yaitu menikahi dia (Mat 1: 20-23). Setelah diberitahu Malaikat bahwa anak yang dikandung Maria adalah dari Roh Kudus, Yusuf dengan memilih menaati Allah dan melanjutkan rencana pernikahan dengan Maria.

Seperti Yusuf, kita bisa saja memutuskan sesuatu dengan salah karena ketidaktahuan kita atau tidak mau melakukan hal yang benar karena apa yang mungkin dipikirkan orang lain. Tetapi Allah mampu menerangi jalan kita dan menolong kita memiih untuk melakukan hal yang benar, sekalipun itu sulit. Seperti Maria dan Yusuf, kita harus memilih untuk menaati Allah dan mohon pimpinan Allah untuk melakukan hal yang benar.

Berjalanlah bersama dengan Allah, maka Dia akan membuat perjalanan kita berhasil. Keberhasilan yang sesuai dengan rencana Allah, bukan keberhasilan menurut standar kita. Keberhasilan hidup tidak terletak pada pencapaian pribadi kita menurut standar dunia, tetapi terletak pada kedamaian hidup kita bersama dengan Allah. (SVI)

Keberhasilan adalah ketika kita hidup damai dengan Allah dalam rencanaNya! Teruslah berjalan dalam Terang penyertaan-Nya. Imanuel.

Leave a Reply