[Image: sheknows.com]
[Image: sheknows.com]

Bacaan: LUKAS 21 : 5-19

Menurut penelitian rasa sakit yang paling menyakitkan adalah sakit bersalin. Ketika tiba waktunya, seorang wanita mengalami rasa sakit yang luar biasa hebatnya. Tapi setelah bayinya lahir, rasa sakit itu seolah-olah hilang digantikan dengan sukacita karena melihat bayi mungil yang begitu dinantikan olehnya dan suami, serta keluarga. Wanita itu memilih bertahan dan terus mengerahkan kekuatannya karena tahu bahwa penderitaan yang sesaat tadi ia alami digantikan dengan sukacita yang tak terkira.

Anak-anak Tuhan di dunia ini juga mengalami berbagai macam penderitaan akibat perbuatan dosa, sakit penyakit, kehilangan orang yang dicintai, tindakan jahat orang lain maupun peristiwa alam. Di tengah semua itu, kita mendengar apa yang Kristus katakan, Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” ( ayat 19). Kita harus bertahan di tengah derasnya goncangan dan juga godaan dunia. Bertahan sambil menanti kelak penderitaan digantikan sukacita dari Allah.

Dalam masa penantian ini, anak-anak Tuhan diminta untuk setia hidup dalam kebenaran Tuhan. Bukan perkara mudah memang karena dunia selalu punya cara untuk menjatuhkan kita. Terlebih lagi ada penderitaan-penderitaan yang terjadi di luar kendali kita, seperti bencana alam dan kejahatan yang dilakukan orang lain. Jangan lupa bahwa Allah bukanlah Allah yang diam dan melihat kita menderita dari jauh. Ia merasakan apa yang kita rasakan. Ia menangis saat kita menangis, ia memahami betul kemarahan dan kekecewaan yang kita hadapi. Justru si jahat lah yang membuat kita berpikir yang tidak-tidak tentang Allah. Kepada siapakah Anda memilih untuk percaya, kepada Allah atau tipu muslihat iblis? Kesetiaan membutuhkan komitmen dari waktu ke waktu. Mintalah kepada Roh Kudus agar Anda dapat terus setia mengikuti jejak langkah-Nya. Minta pula agar Ia terus memberikan kekuatan, kebenaran, dan penghiburan saat kita melewati berbagai penderitaan. Niscaya, kita akan bertahan dalam iman yang teguh. (GRA)

Leave a Reply