Bacaan: EFESUS 4:17-32

Setiap kita mengharapkan terlahir dan ada dalam situasi keluarga yang berbahagia dimana penuh kasih sayang antar anggotanya. Namun, manusia yang penuh keterbatasan dan dosa membuat hubungan sebuah keluarga menjadi lebih kompleks dan bermasalah. Hari berganti hari, bulan berganti bulan bahkan tahun berganti tahun, terkadang luka hati tetap ada dan tidak ada usaha untuk diobati. Kita terus diam dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa, padahal hati kita masih bergulat dengan rasa kecewa, amarah, bahkan dendam dan sakit hati pada sesama anggota keluarga kita.

Sebulan ini, di setiap minggu kita selalu diingatkan mengenai sebuah pengampunan. Sebagai keluarga Kristen, kita terus diajak untuk menghilangkan kepahitan ( Efesus 4:26-27) dan menggantinya dengan rasa saling mengampuni ( Efesus 4:32 ). Ada korelasi kuat antara diampuni dan mengampuni, sebab dalam (Matius 6:14-15) dikatakan “Jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” Orang yang menolak untuk mengampuni orang lain, berarti belum benar-benar mengalami pengampunan Tuhan.

Bukankah belas kasih Allah yang telah mengampuni kita itu sungguh luar biasa, jauh melampaui apapun yang orang lain bisa lakukan untuk menyakiti kita. Itulah sebabnya kita tidak berhak menahan anugerah itu bagi orang yang bersalah kepada kita. Tuhan sudah begitu luar biasa menunjukkan pengampunannya kepada kita dan keluarga kita, tiada batasnya, oleh karena itu ampunilah keluarga kita apapun kesalahan mereka, sehingga kita memiliki keluarga yang diampuni dan saling mengampuni. (VDS)

Leave a Reply