“Jika aku melihat langit-MU, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah manusia sehingga Engkau mengindahkannya?” (Mazmur 8 : 3, 4)

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan orang yang telah melakukan kejahatan besar sehingga dia dijatuhi hukuman berat, disiksa hingga mati, namun pada detik-detik terakhir ajalnya, dia justru mendapat jaminan masuk sorga. Tentu dia akan merasakan sukacita yang besar. Penderitaan yang dialaminya saat menjalani hukuman, tidak akan terasa apa-apa dibandingkan dengan kedamaian karena keselamatan kekal yang akan diterimanya.

Itulah yang dialami salah satu penjahat yang disalibkan bersama Yesus di bukit Golgota. Dia menyadari perbuatan jahat dan dosa-dosa yang telah dilakukannya sehingga merasa layak untuk dihukum mati melalui salib. Dan dia tahu Yesus tidak bersalah. Dia meminta Tuhan Yesus untuk mengingatnya saat Ia datang sebagai Raja. Dan, Tuhan Yesus mengatakan bahwa sesungguhnya hari itu juga dia akan bersama-sama dengan Tuhan Yesus di dalam Firdaus (Lukas 23:42,43).

Secara akal sulit diterima bahwa seorang penjahat akhirnya mendapatkan keselamatan kekal. Namun, karena iman dia kepada Yesus, dia menerima keselamatan. Dia memberikan pengakuan pada saat yang tepat dan kepada orang yang tepat, yaitu kepada Pendamai dosa manusia. Dia datang kepada Yesus Kristus, Sang Mesias yang telah dinubuatkan para nabi dan dijanjikan Allah untuk menyelamatkan manusia.

Seberapa besar dosa manusia, asal dia mau datang kepada Allah, bertobat dan percaya kepada Yesus, maka Allah akan menunjukkan kasih-Nya. Itulah juga yang mengherankan Daud, sang pemazmur yang menuliskan, “Jika aku melihat langit-MU, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah manusia sehingga Engkau mengindahkannya?” (Mazmur 8:3,4). Manusia begitu berharga di mata Allah.

Pada Minggu Trinitas ini, kita diingatkan akan kasih Allah itu. Kasih yang diwujudkan dengan menyelamatkan bangsa Israel, namun mereka tidak mau mendengarkan Dia. Hingga akhirnya Allah sendiri turun ke dunia, memulai karya penyelamatan melalui Yesus Kristus. Dan, pada saat “tugas” Tuhan Yesus selesai sehingga Dia naik ke sorga, Allah tetap bersama-sama umat-Nya. Allah telah mengutus Roh Kudus yang memimpin kita, orang percaya, ke dalam seluruh kebenaran (Yoh.16:13a).

Lalu, apa yang mesti kita lakukan? Kita yang telah dibenarkan karena iman di dalam Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus, harus tetap hidup dalam damai sejahtera yang telah ditinggalkan Yesus bagi kita ( Yoh.14:27). Kita sebagai ciptaan Allah yang telah ditebus di dalam Kristus, harus tetap hidup dalam kebenaran dalam pimpinan Roh Kudus. (SS)

Leave a Reply