Bacaan: Kisah Rasul 16:9-15

Kita sering mendengar istilah visi-misi. Baik itu di lingkup pekerjaan, organisasi, bahkan dalam pelayanan gerejawi. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan visi? Visi adalah sesuatu yang kita lihat dan inginkan untuk terjadi di masa depan. Visi adalah impian (dream) kita, cita-cita yang hendak kita capai. Dalam konteks sekuler, visi menggambarkan apa yang hendak dicapai oleh organisasi tersebut di masa mendatang, 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, 20 tahun lagi, dan seterusnya. Biasanya visi dibuat oleh pemimpin/ nakhoda perusahaan yang mengarahkan dan menggerakkan seluruh elemen organiasinya menuju visi tersebut. Misi adalah cara atau langkah-langkah yang diambil dalam rangka mencapai visi tersebut.

Dalam hal rohani, kita memandang visi sebagai sesuatu yang diberikan Allah kepada pribadi, komunitas, maupun institusi organisasi seperti halnya gereja untuk dicapai di masa mendatang. Jadi yang empunya visi sesungguhnya adalah Allah sendiri, bukan kita, bukan komunitas kita, bukan institusi organisasi kita.

Terkadang Tuhan punya cara-Nya tersendiri untuk menyatakan visiNya kepada kita. Seperti halnya Abraham sewaktu Dia diutus Allah untuk keluar dari negerinya, ke negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya. Abraham tidak tahu ke mana visi Allah akan membawanya pergi, tetapi hanya satu kata yang cukup bagi Abraham, yakni “taat”. Dalam bacaan kita, Rasul Paulus juga diberikan visi oleh Tuhan melalui penglihatan mengenai seorang Makedonia yang meminta pertolongan. Atas dasar visi inilah Paulus pergi ke Makedonia untuk memberitakan Injil sebagai bagian dari ketaatannya kepada visi Allah. Tuhan ingin kita mengikuti setapak demi setapak perjalanan bersama dengan-Nya, mempercayakan langkah hidup kepada-Nya.

Visi yang dinyatakan Allah  kepada kita menunjukkan bahwa Allah kita bukanlah Allah yang berdiam diri, tetapi Allah yang turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan. Allah yang mengajak kita selaku rekan sekerjanya untuk mewujudkan apa yang menjadi visi-Nya dari hati Allah bagi dunia ini. Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Dia ingin agar kita membawa visi “kasih Allah” itu kepada dunia.

Bentuk membawa visi Allah tadi akan sangat beragam seorang dengan orang lain, satu komunitas dengan komunitas lain. Allah mempunyai panggilan dan rencana yang spesifik bagi kehidupan kita di dalam rangka menggenapi visi-Nya. Ada yang dipanggil sebagai pengajar, sebagai gembala, sebagai pemerhati sosial, dan sebagainya Tidak jarang juga, Allah memanggil kita untuk mengerjakan hal-hal yang baru/ visi baru dalam menjalankan rencana-Nya. Namun demikian, kita sering enggan untuk melakukan visi baru tadi. Ada banyak hal yang seakan membuat kita “malas” untuk berpindah dari zona nyaman kita. Kita merasa bahwa mengerjakan hal yang ini saja sudah cukup, padahal Allah ingin agar kita mengerjakan hal yang lebih lagi di dalam panggilan visi-Nya yang terus menerus diperbarui.

Sekarang, tinggal bagaimana ketaatan kita, bagaimana kita belajar mengerti hati-Nya Allah yang mau mengasihi dunia ini.  Yakinkan diri kita bahwa di dalam kasih Kristus dan di dalam Roh Kudus yang diberikan Allah bagi kita, kita dimampukan untuk taat dan mengerjakan bagian kita di dalam visi Allah yang senantiasa diperbarui waktu ke waktu. Amin. (YEP)

Leave a Reply