Bacaan kita dari Kisah Para Rasul 9 : 1 – 20, menyaksikan tentang pertobatan Saulus dan bagaimana Kristus telah mengubahkan hidupnya. Saulus adalah seorang Farisi yang sangat taat beragama yahudi, dia juga sangat giat dan memiliki semangat berkobar-kobar untuk melakukan penganiayaan terhadap murid-murid dan para pengikut Kristus. Karena begitu besarnya keinginan Saulus untuk membunuh orang-orang percaya, maka dia sampai melegalkan perbuatannya dengan meminta surat kuasa dari  Imam Besar untuk dibawa ke Damsyik supaya jika ia menemukan laki-laki atau perempuan pengikut Kristus akan ditangkap dan dibawa ke Yerusalem. Namun ketika dalam perjalanan menuju Damsyik, Saulus berjumpa dengan Yesus dalam penghilatannya berupa cahaya  memancar dari langit. Penghilatan itu membuat Saulus rebah dan tidak dapat melihat selama tiga hari. Perjumpaan dengan Tuhan Yesus telah mengubah hidup Saulus dari seorang yang sangat jahat menjadi orang yang dipakai  Allah menjadi alat-Nya. Saulus yang kemudian berganti nama menjadi Paulus menjadi pemberita Injil dan menulis banyak surat dalam Perjanjian Baru.

Mungkin kita tidak mengalami peristiwa yang dahsyat dan luar biasa seperti Paulus ketika pertama kali berjumpa dengan Kristus. Mungkin kita mengenalNya karena pergumulan pribadi kita, dalam keseharian kita, karena sejak kecil sudah dibawa oleh orang tua ke gereja, melalui kesaksian teman kita. Bagaimanapun cara Allah memanggil kita, yang pasti semua itu terjadi karena Kristus mengasihi kita. Kematian Kristus di kayu salib untuk menebus dosa kita adalah bukti Kasih Allah yang sangat besar bagi kita, manusia berdosa. Lalu bagaimana kehidupan kita setelah kita menerima Kasih Kristus dan anugerah keselamatan yang begitu berharga. Adakah hidup kita tetap seperti sebelum diselamatkan? Rasul Paulus didalam Efesus 4:7-24, mengajarkan bahwa sebagai orang yang sudah menerima Kristus, kita adalah manusia baru. Karena itu kita harus meninggalkan cara hidup yang lama yaitu hidup dalam dosa dan belajar untuk hidup sebagai terang. Menjalani hidup sebagai orang percaya adalah sebuah proses, dimana kita belajar untuk mempunyai perkataan dan pikiran yang baik serta sikap yang benar. Kita harus terus belajar untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah yaitu hidup yang meneladani Kristus.
Seperti Paulus yang mengalami pembaruan hidup ketika menerima Kasih Kristus, biarlah setiap kita yang sudah diselamatkan juga mengalami pembaharuan hidup dengan selalu berusaha mencari kehendak Allah dan hidup dalam pimpinan dan kasihNya serta menjaga komitmen untuk hidup seturut dengan kehendakNya setiap hari agar kita makin serupa dengan Kristus. (LKSI).

Leave a Reply