Bimbang adalah sebuah perasaan yang ragu-ragu, tidak percaya, tidak tetap hati dan kuatir. Perasaan ini biasa dialami orang yang dalam ketakutan dan menghadapi keputusan yang besar.

Dalam bacaan Injil disampaikan bahwa kebimbangan itu muncul dalam hati semua murid Yesus. Bahkan ketika mereka tiba-tiba melihat Yesus yang telah bangkit hadir di tengah-tengah mereka, para murid sejenak terdiam hingga Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya, barulah para murid bersukacita dan yakin bahwa itulah Yesus, Guru dan Tuhan mereka. Namun demikian Tomas tetap meragukan kebangkitan Yesus, sekalipun murid-murid yang lain telah menyampaikan kabar baik itu dengan sangat yakin. Bagi Tomas, keraguannya akan sirna bila ia sudah melihat dan membuktikan sendiri kebangkitan Yesus. 

Secara manusia, keraguan para murid ini dapat kita pahami, karena memang pada umumnya, orang yang sudah mati tidak mungkin hidup kembali. Apalagi kematian Yesus itu sudah dipastikan dengan cucuran darah dan air dari tusukan tombak di lambung Yesus. Karena itulah secara logika, para murid pun meragukan kebangkitan Yesus. Salah satunya yaitu Tomas. Tomas membutuhkan bukti kuat kebangkitan Yesus yaitu dengan melihat dan menyentuh tangan dan lambung Yesus.

Dan ketika mereka begitu yakin akan kuasa kasih Yesus (yaitu kematian dan kebangkitan-Nya), berubahlah hati para murid dan iman mereka; menjadi tanpa keraguan dan rasa takut. Bahkan menurut tradisi, sebagian besar dari murid Yesus mati oleh karena aniaya dan dibunuh. 

Lalu bagaimana dengan umat Tuhan di masa kini dapat memiliki keteguhan iman seperti para rasul?! KASIH atau CINTA yang menjadi jawabannya. Seperti kisah nyata tentang seorang ayah yang berani mengambil resiko bertarung dengan tangan kosong melawan ular cobra demi menyelamatkan anaknya, ia mendapatkan kekuatan yang begitu besar untuk membunuh ular cobra itu oleh karena cintanya yang besar yang ingin melindungi anaknya dari kematian. Demikian halnya kita diajak untuk memulai keteguhan iman kita bagi Kristus dengan mengawalinya melalui mencintai Tuhan dan segenap firman-Nya.

Keteguhan iman kita hadir jika kita melihat pada cinta kasih Yesus yang rela mati, dan telah bangkit. Karena itu kita diajak untuk memulai keteguhan iman kita dengan hidup mencintai Yesus. Sebab hanya karena cinta-Nya kepada kita, Ia rela mati menanggung dosa kita; dan hanya oleh karena cinta kita kepada-Nya lah kitapun akan berani mati demi Dia ! Karena itu balaslah cinta kasih-Nya yang besar dengan sebesar mungkin cinta yang dapat kita berikan. Sebab Tuhan Yesus berkata, “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yohanes 20:29b) – (LAAS)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.