Kata rahim memang merujuk pada kaum perempuan, lagi rahim ibu. Dari rahim ini sebenarnya muncul hubungan cinta yang searah. Sifat rahim seorang ibu, yang “melindungi, menghidupi, menghangatkan, memberi pertumbuhan, menjaga, menerima tanpa syarat, membawa kemana-mana”. Ibu mencintai anaknya yang lahir dari rahimnya bukan karena anaknya berbuat baik, tetapi karena itu merupakan suatu dorongan hati yang tak terelakkan.

Dengan memberi gelar Maharahim pada Allah, berarti kita mengakui ada bahwa pada Diri Tuhan ada kasih yang lebih besar dari kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Seperti yang Yesaya 49:15 katakan dengan indahnya: “Mungkinkah seorang ibu melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya ? Sekalipun ia melupakannya, Aku (Allah) tidak akan melupakan engkau.”

Karena itu arti dari “Saling Mengampuni dalam Kerahiman Allah” adalah “Pengampunan yang melindungi, menghidupi, menghangatkan, memberi pertumbuhan, menjaga, menerima tanpa syarat dan membawa pengampunan itu di manapun kita berada.” Pengampunan yang berjalan searah, yang menantikan balasan dengan penuh harap dan kasih yang murni.

Seperti yang digambarkan dalam berita Injil Lukas, bagaimana cinta kasih sang ayah kepada si bungsu yang telah berlaku jahat terhadap ayahnya; si bungsu yang sudah menyia-nyiakan harta kekayaan jerih lelah ayahnya untuk berfoya-foya dan hidup dalam dosa. Tetapi sang ayah tetap mencurahkan pengampunan itu dan mempersiapkan hatinya untuk menyambut kembali si bungsu “yang terhilang”. Dan ketika si bungsu pulang kembali dalam keadaannya yang telah habis-habisan, dari kejauhan sang ayah segera menyambutnya dan memulihkan kembali kehidupan si bungsu. Artinya : sang ayah telah menantikan pulangnya kembali si bungsu sejak lama. Itulah Kerahiman Allah, yaitu cinta kasih-Nya yang mengampuni dan memulihkan.

Demikian pada masa pra paska ke-4 ini kita diajak untuk memiliki hati seperti hati Bapa, yang mau mengampuni dan bersedia menantikan pertobatan mereka yang jatuh dalam dosa, dengan penuh kesabaran, ketabahan dan penantian untuk memulihkan. Apakah mereka adalah orangtua kita, anak kita, atau saudara dan kenalan kita bahkan orang yang tidak kita kenal, sediakanlah pengampunan dalam Kerahiman Allah, sebab kita sendiri telah diampuni di dalam kehangatan kasih Tuhan, Sang Bapa yang Baik. Amin.

Leave a Reply