Bacaan : NEHEMIA 8:1-10

Kitab Nehemia mencatat masa-masa ketika orang Yahudi kembali ke negeri mereka setelah pembuangan di Babel dan Persia. Mereka kembali ke Yerusalem yang telah hancur. Nehemia, yang hidup sezaman dengan Ezra, atas kuasa Raja Artahsasta pergi ke Yerusalem untuk menjadi gubernur dan membangun kembali tembok-tembok kota. Ia mengerahkan orang-orang sebangsanya untuk membangun kembali seluruh tembok kota dalam 52 hari saja sekalipun terjadi pertentangan yang gigih.

Hal yang tidak kalah penting dari pembangungan tembok kota adalah pembangunan kembali kerohanian dan komitmen orang Yahudi kepada Allah dan Firman-Nya. Imam Ezra membantu Nehemia dalam memajukan kebangunan dan pembaharuan rohani di antara mereka yang kembali. Kitab Nehemia 8 menunjukkan kerinduan mereka akan Firman Tuhan. Mereka berkumpul bersama dan meminta kepada Ezra untuk membacakan Taurat. Mereka bertekun dan memperhatikan dari pagi hingga tengah hari saat Taurat dibacakan agar dapat memperoleh pengertian. Setelah mendengar Taurat Tuhan mereka menangis, larut dalam dukacita penyesalan atas kehidupan di masa lalu yang tidak seturut dengan kehendak Tuhan. Kerinduan, penerimaan dan perenungan Firman Tuhan dengan sungguh menggerakkan hati untuk merespon dengan penyesalan. Keterbukaan pada Firman Tuhan, menjadi awal dari pemulihan kerohanian.

Firman Tuhan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Setiap waktu kita berkesempatan untuk berjumpa dengan Firman Tuhan. Firman itu kita terima melalui ibadah-ibadah kita, pembacaan Alkitab dan buku renungan harian, bahkan sharing dari teman-teman di social media. Hal yang lebih penting adalah bagaimana respons kita pada firman Tuhan yang selalu hadir untuk menolong, menegur, meneguhkan dan memulihkan kita. Karena itu janganlah kita mengeraskan hati, bahkan berpaling dari Tuhan ketika firman itu menegur kita. Marilah kita renungkan firman dengan hati terbuka dan jujur, kemudian kita lakukan.

Kiranya firman Tuhan mengubah hidup kita menjadi makin kudus dan berkenan di hadapan-Nya. (ES)

Leave a Reply