Bacaan: I KORINTUS 12:1-31

Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. (I Korintus 12:26)

Gereja Korintus adalah gereja yang besar dan hebat pada masa itu. Jemaat yang berkembang baik secara kuantitas maupun kualitas, hampir semua karunia roh yang dibutuhkan gereja ada di sana. Tetapi, keburukan mereka adalah sikap individualis, mementingkan diri sendiri dan kelompok, juga meremehkan orang lain. Jangankan memberikan pengaruh bagi dunia, menjadi berkat di kalangan gereja pun jauh dari kenyataan. Di pasal 12, Paulus banyak berbicara tentang peran karunia Roh dan bagaimana mereka perlu saling menolong dan peduli terhadap sesamanya. Semua orang percaya memiliki karunia yang berbeda-beda dengan tujuan saling menolong satu dengan yang lain bagi kemuliaan Allah. Keharmonisan dan keindahan akan terwujud di dalam gereja ketika semua menyadarinya. Tetapi semuanya akan hancur ketika setiap orang percaya mementingkan kepentingan sendiri dan tidak menggunakan karunia itu kemuliaan Allah.

Dengan bagian dan karunia kita masing-masing, apakah kita peduli terhadap sesama kita di dalam gereja ini?

“Hidupku saja rumit, mengapa harus peduli terhadap kehidupan orang lain?” Jawaban ini yang seringkali ditemui di antara anggota gereja. Sayangnya, jawaban dan keyakinan seperti itulah yang membuat diri sendiri, gereja, dan dunia tak pernah berubah dan semakin buruk. Jika itu yang kita pegang, maka kita tidak pernah berbuat apa-apa. Allah tahu persis masalah-masalah yang kita hadapi dan belum kita selesaikan. Namun, Allah juga peduli terhadap permasalahan komunitas (Yesaya 62:1). Kalau Allah saja peduli, mengapa kita tidak? Allah menyelamatkan kita dan menjadikannya satu sebagai keluarga Allah supaya kita dapat saling menolong, peduli, dan membangunnya atas dasar kasih (Ibrani 10:24).

Tinggalkan egosentrisme dan biarkan Tuhan leluasa memakai kita untuk peduli terhadap sesama. John Piper berkata, Tuhan bukan mencari umat untuk bekerja bagi Dia, melainkan umat yang membiarkan Dia bekerja dengan penuh kuasa di dalam dan melalui mereka. Orang-orang yang membuka diri terhadap panggilan Tuhan adalah orang yang dipakai-Nya dengan luar biasa. Melalui kepedulian dan pelayanan yang kita lakukan kepada sesama, Tuhan juga bekerja di dalam kita. Ia akan mengubah cara pandang, karakter, iman, dan kedewasaan kita. Bahkan tak jarang ketika kita peduli dan melayani mereka, Allah juga sedang menolong kita menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

Jadi, kenapa tidak dimulai dari sekarang? Setelah kita selesai ibadah dan keluar dari gedung ibadah, kita bisa datang ke beberapa kawan, bercakap-cakap dengan mereka, dan peka terhadap petunjuk-petunjuk yang Tuhan nyatakan. Di antara mereka ada yang membutuhkan doa kita, bahu kita untuk menangis, dukungan terhadap sakit penyakit yang sedang kawan kita hadapi, ataupun masukan dari kita. Lihatlah bagaimana Tuhan yang peduli itu bekerja memakai Anda untuk menolong orang lain. (BWA)


GEREJA YANG SEHAT DIPENUHI OLEH ORANG-ORANG YANG SALING PEDULI DAN MELAYANI.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.