30Bacaan: I KORINTUS 3:10-17

Setiap hari saya selalu melintasi jalan di area kompleks perumahan tempat saya tinggal dengan ekstra hati-hati. Mengapa? Karena pavin jalan yang rusak dan berlubang. Padahal baru saja diperbaiki. Terpikir dalam benak saya, pasti bahan yang digunakan tidak sesuai standar, atau dibuat dengan tidak serius. Dalam kekesalan saya itu, saya jadi teringat beberapa fasilitas umum lain yang juga cepat sekali rusak. Rasanya kesal sekali dengan orang-orang yang diberi tanggungjawab untuk mengerjakan fasilitas-fasilitas umum ini tidak mengerjakan dengan baik.

Kalau kita renungkan lebih jauh bukankah kita juga adalah pekerja yang diberi kepercayaan membangun komunitas jemaat Allah? Pernahkah kita berpikir bagaimana bila pekerjaan kita dinilai oleh Tuhan? Jangan sampai Tuhan geleng-geleng kepala ketika melihat pekerjaan kita, karena di mata-Nya kita adalah pekerja sembarangan. Pekerja-pekerja yang bekerja tidak sesuai dengan standar Tuhan. Mengerjakan ini dan itu, tampak begitu sibuk, tetapi jauh dari apa yang Tuhan harapkan. Dalam perikop yang kita baca, Paulus menjelaskan bagaimana menjadi pelayan Tuhan yang benar dan bertanggungjawab. Bagi Paulus, siapapun yang membangun jemaat tidaklah penting karena dia hanyalah pekerja. Namun yang terpenting adalah setiap orang, siapapun dia harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun! Apakah pekerja itu membangunnya dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami (ayat 12). Keenam bahan bangunan yang disebutkan pada bagian ini dapat dibagi menjadi dua kategori. Kategori pertama (emas, perak, dan batu permata) adalah bahan yang tahan terhadap api. Sedangkan kategori yang kedua (kayu, rumput kering atau jerami) adalah material yang tidak tahan terhadap api. Melalui penggambaran ini Paulus hendak menjelaskan mengenai kualitas pekerjaan yang seharusnya dimiliki oleh pekerja. Suatu kualitas yang berhubungan dengan kesungguhan pekerja dalam melakukan pelayanan.

Kepada kita, Tuhan mempercayakan pelayanan bagi jemaat yg begitu dikasihi-Nya. Apakah kita seorang pelayan yang sudah melayani sesuai dengan standar Allah? Apakah kita sungguh mempersiapkan diri dengan baik untuk setiap pelayanan yang Tuhan percayakan? Adakah hati yang sungguh rindu mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan? Ingat Tuhan ingin setiap kita melakukan pelayanan sesuai dengan standar Allah.(NK)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.