28Bacaan: LUKAS 2:41-52

Seseorang pernah berkata, “Jika anak tidak dididik untuk mengikut Tuhan, maka dunia akan mendidik anak-anak untuk mengikutinya.” Pernyataan ini menjadi semacam alarm bahwa kita sebagai orang dewasa ditantang untuk tetap mendidik anak-anak untuk hidup sesuai dengan apa yang Tuhan firmankan kepada kita, bukannya membiarkan mereka terlena dalam hal-hal duniawi.

Mari kita merenung sejenak tentang kehidupan rohani keluarga kita. Berapa banyak keluarga yang telah memperkenalkan anak-anak kepada Tuhan sejak mereka dini? Berapa banyak orangtua yang mendidik anak-anak untuk beribadah kepada Tuhan lewat saat teduh setiap hari? Berapa banyak keluarga yang selalu mendorong anak-anak untuk ikut sekolah minggu, persekutuan remaja, persekutuan pemuda, bahkan kebaktian? Berapa banyak keluarga yang selalu mengajarkan anak-anak untuk menerapkan firman Tuhan dalam kehidupan mereka?

Dalam bacaan hari ini, kita membaca peristiwa Yesus yang masih berumur 12 tahun diajak orangtuanya—Yusuf dan Maria— ke Bait Allah untuk pergi merayakan Paska. Umumnya, anak-anak orang Yahudi akan diajak orangtuanya untuk merayakan hari raya mereka dalam waktu tertentu. Bisa dibilang, ini merupakan salah satu contoh di mana orangtua mengajarkan anak-anak mereka untuk menaati perintah Tuhan yang telah diberikan kepada nenek moyang mereka (lihat dalam KELUARAN 12:1-27 dan ULANGAN 16:1-8). Di sana Dia bertanya jawab kepada alim ulama di Bait Allah. Siapa yang tidak tercengang, mendengarkan anak berumur 12 tahun berbicara dan bertanya tentang firman Tuhan kepada orang-orang yang jauh lebih tua? Dan dari manakah Dia mendengarkannya? Saya yakin, Yusuf dan Maria mengajari-Nya tentang firman Tuhan layaknya kepada anak-anak pada umumnya.

Keluarga adalah anugerah yang Tuhan berikan. Siapapun mereka yang ada di dalamnya, mereka adalah orang-orang yang Tuhan titipkan untuk kita jaga. Salinglah menjaga dan mengasihi, karena itu yang Tuhan kehendaki atas hidup kita. Biarlah lewat renungan ini, kita dimampukan untuk memberikan teladan kepada anak-anak untuk melakukan firman Tuhan, bukan hanya sekadar omongan belaka. (VN)

Leave a Reply