27Bacaan: II TAWARIKH 24:17-24

Bagai kacang lupa kulitnya” tentu kita sudah tak asing lagi dengan pepatah ini. Pepatah ini adalah sebuah ungkapan bagi seseorang yang tidak tahu diri dan lupa akan asal-usulnya. Ungkapan ini sering kita temukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan jangan jangan kita sendiri berperilaku seperti itu, ketika kita asik dengan sebuah keberhasilan dan melupakan orang-orang yang telah berjasa juga dalam pencapaian tersebut.

Teks bacaan kita hari ini berisi riwayat pemerintahan Yoas di Kerajaan Yehuda sepeninggal Imam Yoyada. Raja Yoas dikenal atas kiprahnya membaharui Rumah Tuhan (ayat 4-14) bersama penasehatnya Yoyada, sang imam kepala. Akan tetapi setelah Yoyada mati, maka Yoas mendapat hasutan dari penghulu-penghulu Yehuda yang tidak menyembah Allah. Maka seketika juga raja beserta rakyatnya kembali pada penyembahan terhadap tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala dan meninggalkan Tuhan.

Tidak sampai disitu, Alkitab mencatat bahwa Yoas telah melupakan sama sekali kesetiaan imam Yoyada padanya sehingga dia tega membunuh Zakharia, anak Yoyada dengan begitu keji karena berusaha menegur kesalahan raja Yoas. Terlebih dari itu Yoas pun telah melupakan kesetiaan dan anugerah Allah yang telah menyertai kehidupannya. Maka bangkitlah murka Tuhan setelah darah Zakharia tertumpah, sehingga tentara Yehuda yang besar diserahkan kepada tentara Aram.

Masihkah kita mengingat dan menyadari bahwa natal adalah karya anugerah Tuhan yang berinkarnasi di dalam Kristus? Atau natal hanyalah momen yang berlalu begitu saja? Kasih karunia itu merengkuh dan menyelamatkan kita. Ingatlah bahwa setiap hal yang terjadi dalam hidup ini tidak pernah terlepas dari anugerah dan kesetiaan Tuhan yang senantiasa mengiringi kehidupan kita. (IS)

Leave a Reply