Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: bersukacitalah! (Filipi 4:4)

Perjalanan selama setahun yang kita lalui dengan berbagai pengalaman manis dan pahit, susah dan senang, gagal dan sukses menjadikan kita sebagai pribadi yang dewasa dan matang. Namun selama setahun ini kita juga sering melukai hati sesama kita, dan bahkan kita tidak boleh menyangkal bahwa dalam perjalanan hidup kita, kita sering mengabaikan firman Tuhan dan membelakangi Allah. Kita sering memperlakukan Allah secara tidak adail, padahal Dia selalu memberkati hidup kita. Ketika kita mengalami masa-masa sulit, sering kita memanggil dan menyebut nama Tuhan, namun ketika kaki kita mantap melangkah dan ekonomi mulai mapan, kita mendukakan hati Allah bahkan mengkhianati Dia. Kita telah menunjukan perilaku kita yang jahat kepada Dia yang memberkati hidup kita sampai saat ini.

Pertobatan berarti kembali kepada ALLAH sesudah tersesat dan sesudah mendurhakai-Nya. Cakupan pertobatan melebihi penyesalan. Pertobatan berarti membenci dosa, karena dalam keadaan apapun pertobatan yang sungguh-sungguh kepada ALLAH meliputi penyerahan hidup total kepada ALLAH, dan sunguh-sungguh merindukan ALLAH, menaruh harapan dan perhatian penuh kepada ALLAH dan menjadikan ALLAH sbagai pusat reaksi iman kita untuk menantikan janji Tuhan dalam hidup kita. Inilah yang mendatangkan sukacita bagi ALLAH, dan juga bagi kita umat yang percaya. Inilah wujud persekutuan yang erat antara gereja dengan Tuhan Yesus.

Sekarang kita memasuki minggu Advent ke tiga. Di ambang batas tahun 2015 ini, kita harus datang kepada Tuhan dengan kata-kata dan hati yang penuh penyesalan, kita harus bertobat dan kembali kepada Allah, tidak usah malu, tidak usah takut, karena Allah bukanlah pemangsa manusia, Dia bukan pembunuh yang tidak mengenal ampun, tetapi Dia adalah Bapa yang setia dan sedia menyambut pulang anak-Nya yang hilang. Karena itu datanglah kepada-Nya, mohonkanlah pengampunan pada-Nya karena Ia menantimu, Ia mengasihimu, Ia mengampunimu, Ia pasti akan memberkatimu. Selagi masih belum terlambat dan selagi masih ada kesempatan, sebelum segalanya berakhir dalam kepedihan, bawalah hidupmu dan serahkanlah kepada-Nya, agar Dia membimbingmu ke masa depan yang di janjikan-Nya kekal, disanalah ada sukacita besar bersama Tuhan. Amin (JM)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.