16Bacaan: KISAH PARA RASUL 28:23-31

Pernahkah anda mendengarkan khotbah dan merasa tersindir dengan isinya? Pernahkah ada membaca renungan harian dan merasa ditelanjangi keburukan-keburukan anda? Atau pernahkah anda mendengar kesaksian seseorang yang berdosa dan kesalahannya sangat mirip dengan anda? Jika iya, kira-kira apa yang akan anda lakukan setelahnya? Apakah anda tidak lagi mau mendengarkan khotbah pendeta tersebut? Apakah anda akan meletakkan renungan harian itu dan membuangnya kemudian? Apakah anda akan menganggap bahwa orang yang sedang bersaksi tadi pastilah secara sengaja sedang menyindir dan mempermalukan saudara?

Begitu banyak orang, bahkan mungkin kita adalah satu diantaranya, memiliki pendengaran yang baik dalam mencerna dan memahami isi firman Tuhan, memiliki mata yang baik untuk menilai baik atau buruknya sesuatu hal namun tidak memiliki hati yang mau mengakui dosa dan bertobat. Merasa diri selalu benar adalah sikap yang membuat seseorang sulit untuk berubah ke arah yang lebih baik. Karena memang benar bahwa melihat dan mendengar kebenaran tidak berarti orang akan melakukan kebenaran, mengapa? Karena memang yang menentukan seseorang untuk melakukan sesuatu bukanlah mata atau telinga, tetapi hati yang jujur dan peka akan kebenaran Firman Tuhan.

Sebab itu jangan dengan mudah menarik kesimpulan dan menyalahkan orang lain, sebab Tuhan bisa memakai siapapun bahkan apapun, untuk menegur kita demi kebaikan kita. Maka, jangan tebalkan hatimu. Amin. (VDS)

Leave a Reply