12Bacaan : II KORINTUS 9:1-15

Beberapa waktu lalu saat bencana asap melanda wilayah Sumatera dan Kalimantan yang menyebabkan ribuan orang terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), bantuan dari berbagai daerah berdatangan. Tim Gerakan Kemanusiaan Indonesia (GKI), yaitu sebuah lembaga kemanusiaan untuk membantu korban bencana yang dibentuk Sinode GKI, ikut terjun ke lapangan dengan menggandeng gereja lokal untuk membagikan masker dan memberikan bantuan yang dibutuhkan. Jemaat GKI Coyudan juga ikut memberikan sumbangan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang menderita karena bencana tersebut.

Kepedulian terhadap sesama yang menderita tersebut merupakan salah satu bentuk kasih seperti yang Tuhan Yesus ajarkan. Orang Kristen yang merasakan penderitaan orang lain secara otomatis akan tergerak hatinya oleh karena belas kasihan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Saat memberikan bantuan tersebut tentu tidak ada pamrih di dalamnya, seperti kita mengharapkan agar bantuan tersebut mengakibatkan kita mendapat berkat yang berlimpah. Kita memberi karena kerelaan dan ketulusan hati.

Menunjukkan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan dengan cara memberikan bantuan sudah menjadi ciri orang-orang Kristen yang hidup bersama sebagai keluarga Allah. Paulus sendiri mengingatkan Jemaat di Korintus untuk menunjukkan kepedulian mereka terhadap Jemaat di Yerusalem yang membutuhkan bantuan. Jemaat di Korintus yang sebelumnya berjanji untuk membantu Jemaat Yerusalem diingatkan agar mereka memberikan bantuan sebagai bukti kemurahan hati, dan bukan sebagai pemberian yang dipaksakan.

“Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebijakan.” (2 Korintus 9:7, 8).

Sebagai orang yang diberkati Tuhan, kita juga sepatutnya membuka hati untuk memberi dengan kerelaan hati. Kalau Allah sendiri telah menghadirkan Juruselamat untuk menebus dosa kita, yang sebentar lagi kita peringati kelahiran-Nya, maka kita pun perlu mengungkapkannya dengan memberikan pelayanan kasih yang akan memperkaya kita dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah. (SS)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.