John The Baptist prepares the way for Jesus

Pada masa Perjanjian Lama, menyuarakan suara kenabian adalah tugas dari seorang nabi Tuhan. Para nabi itu menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menyuarakan kehendak Tuhan; yang tidak lain adalah untuk menyatakan kasih dan panggilan pertobatan.

Itulah yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis sebagai nabi Tuhan yang hadir sebelum Yesus Kristus tampil dalam pelayanan pemberitaan Injil Kerajaan Allah. Dengan penuh keberanian dan ketegasan Yohanes Pembaptis menyerukan pertobatan, bahkan suara ini diserukan juga kepada “kalangan atas” (secara khusus dalam Injil Markus, Matius, dan Lukas disebutkan bahwa Yohanes menegur Herodes yang saat itu menjadi penguasa di Galilea, sehingga ia dimasukkan ke dalam penjara).

Namun perlu disadari bahwa membawa suara kenabian tidak hanya dengan satu cara saja seperti Yohanes Pembaptis yang menyerukan teguran keras, tetapi juga dapat dilakukan melalui nyanyian syukur seperti yang dilakukan oleh Maria, ibu Yesus (LUKAS 1:68-79). Nyanyian syukur itu hadir sebagai sebuah suara kenabian yang menyatakan kesukaan bagi umat akan penggenapan janji Tuhan.

Demikian juga dengan surat kepada jemaat di Filipi merupakan suara kenabian yang mendorong umat untuk terus melakukan pekerjaan baik sebagai buah kesaksian akan kasih Tuhan secara nyata. Jadi secara sederhana, suara kenabian bisa berupa: seruan berupa teguran keras, nyanyian syukur dan pujian bagi Tuhan, dan panggilan untuk terus melakukan pekerjaan baik sebagai wujud kesaksian kita akan kasih Tuhan. 

Karena itu marilah kita memperlengkapi hati kita dengan Firman Tuhan agar suara Tuhanlah yang mengalir pada mulut bibir kita. Dalam masa adven minggu ke-2 ini, sebagai umat Tuhan, gereja hendaknya menyuarakan suara kenabian dengan berani dan tegas, sebagai tindakan “mempersiapkan jalan” bagi Tuhan. Sebab kedatangan Tuhan tidak ada yang mengetahui kapan waktunya, karena itu segeralah mempersiapkan jalan bagi Tuhan untuk memasuki hati kita dan hati setiap orang yang mendengarkan suara kenabian yang kita bawa. Amin. (LAAS)

Leave a Reply