Seorang wanita yang telah bekerja sepanjang hidupnya dengan baik mempunyai satu keinginan, “Sebelum aku mati biarkan aku mengunjungi neraka dan surga.” Keinginannya pun dikabulkan. Ia dibawa ke sebuah ruang pesta besar. Sebuah meja besar nampak dengan jejeran makanan dan minuman lezat. Di sekitar meja, duduk orang yang terlihat sengsara karena kelaparan.

Mengapa mereka seperti ini?” tanyanya pada malaikat yang menemaninya.

Lihatlah tangan mereka,” jawab malaikat.

Wanita itu melihat, ternyata lengan mereka ditempeli sumpit yang memanjang dari ujung jari hingga atas siku. Hal ini membuat mereka kesulitan untuk menekuk siku. Alhasil meski tersedia beragam makanan lezat, mereka tidak dapat memasukkan ke dalam mulut. Mereka pun hanya duduk dengan kelaparan, frustasi, dan sengsara.

Ah, ini adalah neraka! Bawa aku pergi dari sini!”

Ia kemudian dibawa ke surga. Sekali lagi ia menemukan dirinya dalam ruang pesta besar dengan meja yang bertumpuk makanan dan minuman lezat. Di sekitar meja, duduk orang yang tertawa, puas, dan gembira.

Saya kira tidak ada sumpit di sini,” kata wanita itu.

Oh, ya, ada. Lihatlah, sama seperti di neraka, mereka pun menggunakan sumpit di sepanjang siku. Tapi lihat, di sini orang telah belajar untuk memberi makan satu sama lain.”

Rasul Paulus dalam surat Filipi 2:3-4 memberi nasihat yang jelas kepada kita “..hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap tiap orang hanya memperhatikan kepentingan sendiri tetapi kepentingan orang lain juga” Sebagai gereja, sebuah komunitas kita tidak bisa hidup tanpa pelayan. Pelayan berarti siap memberi diri bagi yang lain, siap menjadi seorang yang altruis (lawan kata dari egois).

Pelayanan bukan sebuah tugas atau malah beban. Tetapi sebuah panggilan dan karakter yang telah diteladankan oleh Yesus Kristus, Sang Kepala Gereja. Pelayanan bukan hanya panggilan penatua, pendeta, atau bahkan aktifis saja, tetapi panggilan seluruh umat. Keselamatan terjadi karena Kristus mau memberi diri; gereja bertumbuh karena ada orang orang yang mau saling memberi diri, lihat bagaimana komunitas jemaat mula mula telah membuktikannya; Maka ketika setiap umat manusia saling memberi diri kepada yang lain, saya percaya dunia akan menjadi lebih baik. Bukankah itu adalah Misi Allah yang begitu besar mengasihi dunia ini agar dunia terselamatkan dari dosa yang merusak dan menghancurkan keutuhan dunia (Yoh 3:16)? (DKG)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.