“Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepada-Mu..karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu….Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.. ”  Yoh 15:14-15

Kata “sahabat” rasanya terdengar artifitial pada masa kini.  Tak heran, sebab dunia semakin hostile (tidak ramah). Semua orang tenggelam dalam kotak kecilnya masing-masing yang disebut smartphone.  Orang merasa punya teman dalam situs pertemanan, tetapi tidak mengalami pertemanan yang berkualitas.  Orang mencari teman demi keuntungannya sendiri, teman dipilih berdasarkan kriteria, diskriminasi terjadi, tidak ada yang peduli, orang takut dan tidak percaya dalam berelasi. Dunia semakin tidak ramah. 

Kristus menyebut kita adalah para sahabat-Nya.  Kita menjadi sahabat Kristus semata-mata karena Kasih anugerah-Nya.   Kasih yang Kristus berikan kepada kita mengubahkan kita menjadi mengerti dan mengalami apa itu kasih.   Kristus menawarkan relasi persahabatan, bukan relasi tuan dan hamba.  Relasi persahabatan adalah sebuah relasi yang didasari dan dihidupi dengan kasih sejati.  Kita melakukan perintah-Nya karena kasih, dan itu lebih tulus kita lakukan.   Berbeda dengan relasi tuan dan hamba. Apa yang Tuannya perintahkan harus dilakukan si hamba, suka atau tidak suka, tanpa tahu apa maksud perintah dari tuannya.  (Yoh 15: 15).  Relasi Tuan dan hamba mempunyai jarak yang jauh, hamba tidak boleh menungkapkan isi perasaannya kepada sang Tuan, sebab jika begitu hamba telah bersikap kurang ajar.  Sang Tuan tidak peduli dengan apa pergumulan si hamba, hamba pokoknya harus kerja mengikuti perintah Tuan.  Kristus adalah Tuhan kita, namun mau menjadi sahabat-sahabat kita. Bukankah ini sebuah anugerah yang luar biasa.     

Dunia ini terlalu penuh dengan diskrimanasi, keterasingan, prasangka, gosip, kasih yang transaksional, relasi atas dasar keuntungan, egosentris, dan hal yang sangat tidak ramah.  Relasi persahabatan Kristus berikan adalah relasi yang menjadikan kita menjadi sahabat bagi yang lain, menghadirkan kasih yang membawa dunia berjumpa kepada Kristus.  Gereja ditantang untuk berani terbuka dan bersahabat bagi Dunia.  Gereja yang menawarkan bersahabat ala Kristus.  Persahabatan dengan dasar kasih seperti yang Kristus lakukan dan juga menghidupi kasih itu sendiri.  Kasih yang mengampuni, kasih yang terbuka, kasih yang merangkul mereka yang terasing, kasih yang memulihkan.   (DKG)

Dunia tidak memerlukan orang orang besar dengan tindakan besar. Namun dunia membutuhkan orang orang yang bersedia melakukan hal hal kecil dengan cinta yang besar

Bunda Theresa

Leave a Reply